Tidak Ada Sumber Air Baku di Kampung Bukit Makmur

benuanta.co.id, BERAU – Selain kesulitan jaringan listrik untuk masyarakat, masalah air minum bersih pun masih menjadi keluhan Pemerintah Kampung Bukit Makmur.

Menanggapi keluhan itu, Dirut Perumda Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman mengatakan pembangunan air minum di Bukit Makmur perlu diselesaikan bersama DPUPR Berau.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1897 votes

“Karena, daerah itu tidak memiliki sumber air baku. Tentu agak dilematis bagi kami, karena tidak ada sumber airnya. Kemudian di sana daerah kering. Nah ini memang, kami juga tidak bisa sendirian karena tupoksinya ada di PU,” ungkapnya Rabu (21/2/2024).

Baca Juga :  Jalan Poros Berau-Bulungan KM 21 Longsor, Warga Minta Segera Diperbaiki

Selain itu, sebelum air dialiri, sarana prasarana perlu dibangun terlebih dahulu. “Kami istilahnya operator pengelola saja. Jadi untuk menjawab itu lebih pas di PU. Tapi ada beberapa opsi. Kita bisa membangun penampungan dan bisa mengambil dari PDAM dan sumber air baku terdekat. Kita pakai mobil tangki,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan DDPUPR Berau, Decty Toga Maduli menambahkan pembangunan sarana prasarana air minum tahun ini juga akan dilaksanakan di Kampung Bukit Makmur.

Baca Juga :  Bupati Berau Beri Paket Lebaran Kepada WBP Rutan Tanjung Redeb

“Kampung Bukit Makmur menjadi salah satu kampung yang juga diprioritaskan, bersama dengan 14 kampung lainnya yang akan dibangun sarpras air bersih dengan jumlah anggaran yang disiapkan sejumlah Rp 66 miliar,” tuturnya.

Meskipun demikian, tambahnya, tidak semua pembangunan sarpras air minum itu merupakan pembangunan baru. Beberapa di antaranya juga merupakan pembangunan lanjutan dari tahun sebelumnya.

“Yang bangun baru itu di 6 kampung yakni Pegat Bukur, Long Ayan, Long Duhung, Long Keluh, Mapulu, dan Merapun. Sisanya merupakan pembangunan lanjutan,” paparnya.

Baca Juga :  Dinas Perikanan Berau Masih Menyelidiki Penyebab Penyu Mati

Saat ini, lanjutnya, tengah melakukan proses lelang menuju pembangunan sarpras air minum di kampung-kampung itu.

“Untuk yang bangun baru kami bangun intake, pipa, dan SR-nya. Kami sudah percepat lelang dan sementara proses,” tambahnya kepada benuanta.co.id.

Dirinya pun berharap agar fasilitas air minum yang akan dibangun itu, ke depan dapat dikelola dengan baik oleh pemerintah kampung dan masyarakat yang menerima manfaat pembangunan.

“Setelah dibangun oleh PU, kampung yang kelola. Kalau bisa, kami pesan, dikelola dengan baik,” pungkasnya.(*)

Reporter: Georgie

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *