Partisipasi Pemilih di Bulungan Ditarget 90 Persen pada Pemilu 2024 

Ketua KPU Bulungan, Lili Suryani.

benuanta.co.id, Bulungan – Partisipasi masyarakat dalam memilih di Kabupaten Bulungan ditargetkan bisa mencapai angka nasional. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya partisipasi pemilih di Bulungan adalah kesiapan dan kinerja penyelenggara pemilu, baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Ketua KPU Bulungan, Lili Suryani partisipasi pemilih ditargetkan meningkat karena peran dari penyelenggara di bawahnya, yang telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan data pemilih yang valid, penyediaan logistik yang memadai, pengawasan yang ketat, serta sosialisasi dan edukasi yang intensif kepada masyarakat.

Baca Juga :  Presiden Lantik Hadi Sebagai Menko Polhukam dan AHY jadi Menteri ATR

“Target partisipasi pemilih kita pemilu 2024 sebesar 90 persen. Hal ini dilihat dari aktifnya pemilih melaporkan dirinya dan antusias masyarakat juga tinggi,” ujar Lili kepada benuanta.co.id pada Selasa, 15 Februari 2024.

Data yang dimiliki KPU Bulungan, Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai 112.128 orang yang akan menggunakan hak suaranya pada pemilihan presiden, DPR, DPD, dan DPRD yang digelar pada Rabu, 14 Februari 2024.

Baca Juga :  KPU Tarakan Putuskan Gelar PSU di 1 dari 3 TPS yang Diusulkan Bawaslu

Angka partisipasi pemilih di Bulungan ini meningkat dibandingkan dengan Pemilu 2019, yang hanya mencapai 82,5 persen. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Bulungan semakin sadar dan antusias terhadap proses demokrasi di Indonesia.

“Tapi kita lihat di hari H semoga saja curah hujan tidak terlalu tinggi,” jelasnya.

Dari jumlah DPT yang ada, Lili menyebutkan untuk pemilih pemula atau yang memasuki usia 17 tahun telah banyak dilibatkan dalam praktek memilih. Sehingga dapat dipastikan sudah paham seperti apa mekanisme dan teknis dalam memilih.

Baca Juga :  Prabowo Sambut Kedatangan Presiden saat Peresmian RS Pertahanan Negara

“Ada pemilih pemula kita yang sudah masuk DPT tapi belum mempunyai KTP, dari sekitar 2.000 ada 400 orang yang belum ada KTP,” sebutnya.

Dirinya berharap para pemilih pemula yang memasuki usia 17 tahun tepat tanggal pemilihan segera mengurus dan mencetak KTP. Hal ini supaya tidak kehilangan hak suaranya. (*) 

Reporter: Heri Muliadi

Editor; Nicky Saputra 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *