Mulai Padat, Pelindo Rencanakan Rehab Terminal Pelabuhan Malundung 

benuanta.co.id, TARAKAN – Peningkatan penumpang terjadi di Pelabuhan Malundung Tarakan. Hal terdata saat libur Natal 2023 dwn Tahun Baru 2024.

Lonjakan penumpang sekitar 9 persen saat momen arus balik liburan itu, menjadikan terminal penumpang padat. Sehingga hal ini menjadi salah satu perhatian, untuk peningkatan pelayanan di pelabuhan.

Kepala KSOP Tarakan, Mukhlis Tohepaly melalui Kepala Seksi (Kasi) Lalu Lintas Angkutan Laut (Lala), Bernard Martin Mastua mengatakan, kapasitas penumpang di terminal tak sebanding dengan jumlah seat yang ditawarkan pihak operator kapal.

“Kita berharap layanan-layanannya itu seperti di bandara. Meski tidak sesempurna bandara lah. Memang butuh komitmen juga dengan stakeholder lainnya,” katanya, Senin (15/1/2024).

Baca Juga :  Pemkot Bakal Alokasikan Rp 10 Miliar untuk PJU di Tarakan

Menurutnya meski belum ideal, standar pelayanan di Pelabuhan Malundung sudah terpenuhi. Pihaknya juga menggandeng Ombudsman RI Kaltara untuk memberikan penilaian terhadap fasilitas pelayanan kepelabuhanan.

“Ada evaluasi tersendiri juga dari kita. Apalagi saat arus balik itu kedatangan bersamaan dengan daerah lainnya. Tapi bisa diatasi dengan petugas posko saat itu,” jelasnya.

Menyikapi hal tersebut, General Manager PT Pelindo IV Regional Tarakan, Rio Dwi Santoso mengatakan terminal Pelabuhan Malundung masih terbilang belum sempurna. Jika dilihat dari model bangunannya juga tidak modern lantaran belum terdapat peremajaan sejak 20 tahun berdiri.

“Kondisinya memang seperti itu. Kita masih tingkatkan di pola operasional saja, seperti pembenahan begitu,” ucapnya.

Baca Juga :  Pleno Rekapitulasi Suara di Tarakan Barat Baru 40 Persen

Meski begitu, pihaknya telah mengusulkan rencana investasi rehab sejak 2023 lalu untuk Pelabuhan Malundung Kota Tarakan di tahun 2024. Jika disetujui, nantinya akan dilakukan rehab besar-besaran untuk terminal penumpang.

“Dua hal itu masih usulan dari cabang Tarakan, finalnya menunggu keputusan dari kantor pusat,” tambahnya.

Pihaknya juga telah menentukan desain rehab bagi terminal pelabuhan sehingga jika disetujui usulan dari kantor pusat, maka akan segera di eksekusi. Perombakan terminal nantinya mampu menampung 800 penumpang.

“Nanti lebih modern. Kalau sekarang hanya bisa 600 penumpang saja. Penjualan tiket kita itu dari operator, kita mitranya hanya Pelni dan Indomaya. Memang sudah ada pelayanan yang modern sudah bisa pembelian melalui online juga. Tapi kita minta semua secara online termasuk boarding nya juga,” bebernya.

Baca Juga :  TPA Aki Babu Jadi Taman Kota, Pemkot Tarakan Kucurkan Rp 20 Miliar untuk TPAS Baru

Namun, dalam hal ini pihaknya juga tak mampu mendesak kantor pusat agar menyetujui usulan rehab Pelabuhan Malundung Kota Tarakan. Lantaran, terdapat cabang lainnya yang tentu memiliki usulan sama.

Terlebih, nominal pengusulan juga terbilang besar untuk merombak terminal pelabuhan dengan tema modern.

“Semuanya penting, tapi kita tidak tahu kan karena banyak wilayah lain. Saya tidak bisa menebak juga yang bisa kami lakukan hanya mengusulkan rehab saja,” pungkas Rio. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Nicky Saputra 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *