benuanta.co.id, NUNUKAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nunukan berupaya menekan prevalensi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini, mengalami peningkatan tren kasus di Nunukan pada tahun 2023.
Dinkes Nunukan mencatat sebanyak 129 kasus dengan 6 kematian sepanjang 2022. Kasus ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Di mana kasus DBD pada tahun 2023 sebanyak 332 kasus dengan 5 kematian.
Terjadi peningkatan 113 kasus DBD tahun 2023 dari tahun sebelumnya. Sedangkan untuk wilayah Kabupaten Nunukan kasus DBD tertinggi di wilayah Kecamatan Nunukan yang mencapai 70 kasus, di kecamatan Sebatik Timur ada 67 kasus dan Sebatik 54 kasus.
Kepala Dinkes Nunukan, Miskia menyampaikan, meningkatnya kasus DBD menjadi perhatian serius. Sehingga angka prevalensi kasus DBD harus ditekan.
Ia menerangkan, peningkatan kasus selama setahun terakhir kemungkinan disebabkan oleh kondisi pancaroba. Sebab, selama pancaroba yang merupakan penyebab potensi meningkatnya perkembangbiakan nyamuk. Sehingga yang perlu dilakukan perlunya melakukan aktivitas membersihkan lingkungan.
“Kita harus melakukan pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan melakukan 3M Plus yaitu Kegiatan menguras, menutup tempat penampungan air dan memanfaatkan/ mendaur ulang barang bekas yang dapat menjadi penampungan air,” kata Miskia, Selasa (9/1).
Lanjutannya, saat ini di Nunukan mengalami kekeringan air sehingga masyarakat akhirnya menampung air hujan, dari situ pertumbuhan atau pembiakan nyamuk lebih cepat.
“Kami menghimbau kepada masyarakat yang menadah air hujan harus menutup dengan rapat sehingga tidak ada nyamuk yang bisa berkembang biak atau memberikan Bubuk Abate pada airnya,” imbuhnya.(*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







