benuanta.co.id, NUNUKAN– Untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Nunukan melalui Bidang Perdagangan terus melakukan pemantauan harga eceran secara rutin di wilayah Nunukan.
Pengawas Perdagangan DKUKMPP, Safaruddin mengatakan, pemantauan dilakukan setiap hari di dua pasar rakyat utama, yakni Pasar Rakyat Liem Hie Djung dan Pasar Inhutani.
“Kita mencatat berbagai harga dan stok berbagai komoditas kebutuhan pokok,” kata Safaruddin.
Dilanjutkannya, komoditas hasil pertanian yang dipantau meliputi beras, kedelai, dan cabai. Lalu untuk bahan pokok industri, fokus pemantauan mencakup gula pasir, minyak goreng, dan tepung terigu.
Selain itu, bahan pokok hasil peternakan dan perikanan juga menjadi perhatian, antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, daging sapi beku, serta ikan segar. Begitu juga dengan kebutuhan pokok lainnya seperti ikan teri, udang segar, bawang merah, bawang putih, timun, mi instan, susu bubuk, kacang-kacangan, garam, ayam kampung, dan sejumlah komoditas penting lainnya.
“Hasil pemantauan harga dan stok di lapangan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Kementerian Perdagangan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP),” ungkapnya.
Sistem nasional ini dikembangkan oleh Kementerian Perdagangan untuk menghimpun dan melaporkan data harga barang kebutuhan pokok secara harian dari berbagai pasar di seluruh Indonesia.
“SP2KP menjadi pusat pengumpulan data harga nasional yang sangat penting sebagai dasar pengambilan kebijakan pengendalian harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok,” ujarnya.
Melalui pemantauan rutin ini, DKUKMPP Kabupaten Nunukan berharap dapat mendeteksi lebih dini potensi gejolak harga, memastikan ketersediaan stok di pasaran, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







