Nyamuk Wolbachia Akankah ke Kaltara? Ini Kata Dinas Kesehatan

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Dalam beberapa hari terakhir ini marak informasi tentang pro dan kontra penggunaan inovasi teknologi nyamuk Wolbachia di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara (Kaltara) Usman menyebutkan, nyamuk Wolbachia adalah upaya pemerintah untuk menekan kasus Demam Berdarah atau (DBD) yang mana hal tersebut diakuinya masih menjadi polemik di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Ahli: Tak ada Larangan Berolahraga untuk Anak Perempuan Haid

“Sebagai itu sudah dilakukan di Jogja dan memang kasus penurunan kasus DBD signifikan yang tentu berpengaruh,”ucapnya, Rabu (29/11/2023).

“Istilahnya nyamuk Wolbachia ini menekan supaya, tidak ada virus yang mengandung Aedes aegypti sehingga tidak terjadi penularan DBD,” ucapnya lagi.

Saat ditanyai benuanta.co.id, terkait kasus DBD di Kaltara Usman mengakui, bahwa kasus tersebut masih ada. Berdasarkan data terakhir yang dimiliki Dinkes Kaltara menemukan 374 kasus DBD di awal tahun 2023. Rinciannya Kota Tarakan sebanyak 146 kasus, Nunukan 106 kasus, Bulungan 82 kasus, Malinau 23 kasus, dan KTT 117 kasus.

Baca Juga :  Diet Nabati Dapat Kurangi Risiko ‘Sleep Apnea’

“Diawal tahun 2023 (Januari-April), totalnya ada 374 kasus ditemukan di Kaltara. Dan yang meninggal dunia akibat DBD mencapai 3 kasus,” katanya.

Tak hanya itu, apakah nyamuk Wolbachia akan diterapkan untuk wilayah Kaltara, ia mengatakan hal tersebut masih dalam tahap uji coba di beberapa provinsi.

“Nanti kita lihat untuk di Kaltara apakah bisa diterapkan atau tidak, karena ada program Kemenkes di beberapa provinsi kasus DBD nya tinggi itu yang menjadi prioritas,” pungkasnya.(*)

Baca Juga :  Ahli Gizi : Kandungan Lemak dari Udang Vaname Rendah

Reporter: Ike Julianti

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *