150 Jemaah Haji Kota Tarakan Berangkat Bulan ini

benuanta.co.id, TARAKAN – 150 jemaah haji Kota Tarakan akan di berangkatkan pada tanggal 29 Mei 2023, jemaah haji dan akan dibagi menjadi 2 kloter yaitu kloter 4 dengan 299 orang sudah termasuk petugas kloter dan kloter 5 kurang lebih ada 100 orang.

Jemaah haji kloter 4 akan memasuki asrama haji pada tanggal 30 Mei 2023 sedangkan kloter 5 masuk pada tanggal 31 Mei 2023 kemudian pada tanggal 1 Juni kedua kloter bersamaan diberangkatkan ke kota Madinah.

Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Keagamaan (Kemenag) Kota Tarakan Muhammad Aslam, menerangkan dari tahun 2017 hingga 2022 keberangkatan jemaah haji mendapatkan gelombang keberangkatan yang kedua tetapi untuk tahun 2023 mendapatkan gelombang keberangkatan yang pertama kembali seperti pada tahun 2016.

Baca Juga :  BMKG Prediksi La Nina Terjadi pada Juli Ini

“Kalau gelombang kedua itu bulan Juni baru berangkat tetapi karena kita gelombang pertama jadi berangkat di bulan Mei. Lebih cepat jadi kloter 4 masuk asramanya tanggal 30 nanti,” terang Aslam.

Berbeda dengan tahun sebelumnya pembatasan dilakukan oleh pemerintah arab Saudi karena covid, pada tahun ini tidak ada pembatasan usia bagi jemaah haji yang akan berangkat. Pada tahun ini jemaah termuda berusia 21 tahun atas nama M. Nur Huda dan untuk jemaah tertua atas nama Suardi yang berumur 84 tahun.

Baca Juga :  Selalu Macet saat Kedatangan Kapal, PT Pelindo Diminta Segera Carikan Solusi

“Memang kita tahun ini beda sama tahun lalu, pernah tahun 2020 Kaltara dapat kuota lansia hanya 1 persen dari pusat. Se-kaltara ada 4 saja lansia pada tahun 2020 kan keseluruhan 417 jemaah dari Kaltara, tahun ini dinaikkan pemerintah, mungkin karena tahun 2022 tidak ada lansia yang berangkat jadi tahun ini 21 orang yang berangkat lansia dan Tarakan dapat 11 lansia,” jelasnya.

Biaya keberangkatan haji pada tahun ini berkisar Rp 50 juta per orang sedangkan pada tahun lalu biaya keberangkatan hanya Rp 41 juta dan untuk living cost jemaah haji pada tahun ini di berikan dalam bentuk rupiah.

Baca Juga :  Pria Penjual Obat Viral Beri Klarifikasi dan Minta Maaf ke Masyarakat Tarakan

“Tahun lalu jemaah haji kita dapat living cost itu 1.500 riyal atau sekitar Rp 5 jutaan kalau tahun ini living cost di rupiahkan yaitu kurang lebih Rp 3 juta . Agak menurun, sudah kita sampaikan ke jemaah semuanya tidak ada masalah itu kebijakan dari pusat,” tutupnya.(*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Ramli

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2519 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *