Bulungan Belum Mencapai Target Stunting Nasional

benuanta.co.id, Tanjung Selor – Target nasional terkait penurunan angka stunting belum bisa dijalankan maksimal oleh Pemkab Bulungan. Hal itu pun tak ditampik Bupati Bulungan, Syarwani. Bahkan, terdapat dua kecamatan yang presentasenya 17 persen, padahal target nasioanl berada di 14 persen.

Dengan jumlah presentase yang masih belum mencapai target, diterangkan Syarwani usai melakukan kerjasama dengan pihak swasta dalam menangani permasalahan stunting, bahwa angka stunting di Bulungan masih di atas 14 persen.

Baca Juga :  Tukang Antar Galon, Berdarah Dingin Hilangkan Nyawa Nenek di Panti Jompo

Penyebab belum tercapainya target nasional, diakuinya karena ada dua kecamatan yang kondisinya masih harus ditangani khusus bahkan angka persentase mencapai 17 persen.

“Jadi, tahun 2024 nanti. Kita harap sudah tidak ada lagi anak bangsa yang mengalami stunting (nol persen),” jelasnya.

Sementara, disebutkannya, target Pemerintah sendiri dengan mengenjot Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) dan kolaborasi.

“Untuk menekan angka stunting. Kami mengawal kebijakan mulai dari tingkat kabupaten, kecamtan dan desa,” terangnya.

Baca Juga :  Tukang Antar Galon, Berdarah Dingin Hilangkan Nyawa Nenek di Panti Jompo

Syarwani juga mengapresiasi komitmen Perusahaan Swasta yakni Pertamina, Energi Nusa Mandiri (ENM) bahkan ada Baznas Kaltara, yang mendukung serta berkolaborasi penanganan stunting yang ada di Kabupaten Bulungan.

“Untuk Penanganan stunting akan dibantu pihak swasta. Jadi tadi (Rabu), ada perjanjian kesepakatan, tentu nanti kan ada follow up dalam menyusun rencana aksi penurunan stunting ditahun 2023, yang jelas akan dilakukan koordinasi dengan perangkat daerah mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan dan desa,” ujarnya.

Baca Juga :  Tukang Antar Galon, Berdarah Dingin Hilangkan Nyawa Nenek di Panti Jompo

Kemudian target dari kerjasama tersebut juga untuk menurunkan angka stunting yang terjadi di Bulungan khususnya dua kecamatan. Tak hanya itu, Syarwani juga menekankan bahwa jangan sampai sudah ada kolaborasi bicara saja, tetapi bagaimana action terhadap penanganan stunting.

“Kita akan terus mengawal bagaiamana per seribu kelahiran. Dimulai dari  persiapan jelang  pernikahan hingga proses kelahiran,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *