Sering Hujan, BPBD Ingatkan Waspada Longsor

benuanta.co.id, TARAKAN – Kondisi hujan disertai angin kencang kerap kali terjadi secara tiba-tiba. Seperti beberapa malam belakangan, hujan melanda sebagian wilayah Kaltara saat malam menjelang dini hari. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan mengeluarkan prediksi cuaca di wilayah Kaltara pada Ahad, 9 April 2023 didominasi oleh hujan ringan.

Forecaster on Duty BMKG Tarakan, Raa’ina Farah Nur Annisa menguraikan pada malam hari nanti diperkirakan akan sedikit berawan untuk wilayah Tarakan. Sementara untuk wilayah Nunukan dan Tanjung Selor diprediksi cerah berawan.

“Untuk wilayah Tana Tidung dan Malinau diprediksi mengalami hujan dengan intensitas sedang pada malam hari. Kemudian masuk pada dini hari mayoritas wilayah Kaltara diprediksi hujan ringan,” urainya ke dalam rilis yang diterima benuanta.co.id, Sabtu (8/4/2023).

BMKG juga mengeluarkan warning terhadap wilayah yang dimungkinkan akan hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang pada sore, malam hingga dini hari.

Baca Juga :  Turun ke Lapangan, Harga Rumput Laut Disorot Gubernur

Raa’ina melanjutkan, untuk kecepatan angin sendiri di perairan Kaltara diprediksi mencapai 2 hingga 20 knots.

“Tinggi gelombang sendiri diprediksi 0.1 hingga 0.5 meter di perairan Kaltara. Sementara untuk Perairan Sulawesi bagian Barat tinggi gelombang diperkirakan 1.25 hingga 2.5 meter,” bebernya.

Pihaknya juga mengimbau kepada nelayan yang diprediksi kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m. Sementara kapal tongkang sendiri kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m. Lanjut, untuk kapal ferry kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m. Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar, kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan, Yonsep mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan selalu memantau informasi yang diberikan BMKG. Mengingat terdapat beberapa titik lokasi yang rawan longsor di Kota Tarakan. Seperti pada malam tadi, pihaknya pun menerima laporan longsor di Karang Harapan RT 11.

Baca Juga :  Dua Jamaah Haji Kaltara Wafat di Tanah Suci

Meski kondisi hujan tak melulu terjadi, namun volume hujan yang tinggi menjadi salah satu penyebab terjadinya longsor. Pun dengan kondisi topografi di Tarakan yang mayoritas perbukitan.

“Pasti rawan longsor. Oleh karena itu khususnya BPBD kita sudah sering sampaikan agar masyarakat waspada. Daerah Karang Anyar, Sebengkok, Karang Harapan dan Kampung Satu supaya waspada terhadap pergerakan tanah penyebab longsor,” tuturnya.

Tak hanya longsor yang dimungkinkan akan mengancam sebagian wilayah Tarakan pun dengan pohon tumbang. Seperti wilayah Gunung Selatan, Mamburungan dan juga Pantai Amal.

“Bisa saja tumbang. Kondisi ini kan terus kita waspadai hingga akhir April juga,” tambahnya.

Sebagai bentuk antisipasi pihaknya juga telah menyebarkan informasi kewaspadaan bencana di sosial media. Pun dengan masyarakat sendiri, pihaknya tak mungkin menghentikan aktivitas nelayan di laut. Namun harus tetap menggunakan peralatan keselamatan yang ada.

Baca Juga :  Atasi Over Kapasitas di Lapas Nunukan, Gubernur Zainal Bersurat ke Dirjen Kemenkumham

Lebih jauh dikatakan Yonsep, mitigasi bencana yang adapun sudah jauh-jauh hari disampaikan. Seperti pemasangan rambu rawan longsor. Saat ini kendala yang ada seperti tindakan relokasi yang membutuhkan waktu dan biaya yang besar.

“Masyarakat juga pasti tidak bisa berbuat apa-apa. Karena pastinya hanya itulah tempat tinggal mereka. Saya selalu pesan ke masyarakat yang sudah kita warning kalau ada hujan deras harus hati-hati. Kemudian selamatkan jiwa dan surat berharga dikumpulkan disatu tempat agar mengurangi kerugian juga,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Yogi Wibawa

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2035 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *