MALINAU – Cerita inspiratif datang dari Desa Malinau Hulu. Dia adalah Hasbullah si pembuat mesin perontok buatan Malinau dan mesin rumput untuk pengipas padi. Hasbullah menceritakan bahwa awalnya ia sering memperbaiki mesin perontok padi. Kemudian banyak teman-teman dari petani ini menyampaikan ide untuk membuat mesin perontok sendiri.
“Saya bilang tidak masalah asal siapkan bahannya,” kata Hasbullah
Pembuat alat ini kata Hasbullah, baru dimulai pada bulan Januari yang lalu dan yang sudah dibuat baru 6 unit.
“Untuk 1 mesin perontok sampai ke finishing itu bisa 4 hari karena satu hari itu merangka body, kemudian nanti finishingnya itu 2, 3, 4 hari itu langsung sama pengecatan,” jelasnya.
“Dibanding dengan produk pabrik, kami yakin bisa bersaing terus juga kualitas kita bisa lebih bagus untuk bahan bakunya terkhusus di Malinau. Dan untuk harga kita menyesuaikan pasaran. Untuk sekarang sudah ada 15 pesanan yang masuk dan yang sudah kelar ada 6 ini tadi,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) melalui Seksi Pembinaan Pendayagunaan Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Jimmy Sakai yang juga berada di lokasi menjelaskan awalnya DPMD ini menginventarisir semua inovator-inovator yang ada di Kabupaten Malinau dalam rangka mempersiapkan keikutsertaan mereka dalam Lomba Gelar Teknologi Tepat Guna di tingkat kabupaten melalui DPMD di bawah pembinaan Seksi Pendayagunaan Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna.
“Kita menginventarisir salah satunya di Malinau Hulu ini melalui inovator kita Pak Hasbullah, beliau mencetus ide ingin menciptakan sebuah alat yang mendukung program pemerintah dalam hal ini Rasda. Dia berinisiatif ingin membuat mesin perontok padi seperti apa yang menjadi program pemerintah daerah,” ujarnya.
Sejauh ini pihaknya terus melakukan pendampingan, pembinaan untuk membangun sebuah kerjasama.
“Karena dalam aturan yang ada berdasarkan Peraturan Menteri Desa No. 23 tahun 2017 tentang Penerapan Teknologi Tepat Guna Dalam Upaya Pendayagunaan Sumber Daya Alam Di Desa. Disana kita bisa bekerja sama dengan pihak swasta dan pihak ketiga,” jelasnya.
Sejauh ini pihaknya sudah coba membangun komunikasi dengan pihak swasta yang ada di wilayah Kabupaten Malinau. Mereka menyambut baik akan hal itu.
“Makanya kita coba mencari sebuah aturan yang nanti kita sodor kepada pihak swasta agar bisa menjadi sebuah celah bagi inovator-inovator kita untuk bekerja sama dengan pihak swasta,” ucapnya.
Lebih lanjut, ke depan pihaknya akan coba terus mendorong pemerintah desa untuk membentuk lembaga terutama lembaga Posyantekdes (Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna) sebagai upaya mendorong teman-teman yang ada di desa untuk berinovasi.
“Sehingga ke depan hasil inovasi ini bukan hanya inovasi musiman tetapi menjadi sebuah produksi yang terus-menerus berkelanjutan,” tutupnya.(*)
Reporter: Osarade
Editor: Ramli







