benuanta.co.id, BULUNGAN – Di saat masyarakat Kabupaten Bulungan masih mengeluhkan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kerap habis, polisi mengungkap dugaan pengangkutan 151 jeriken berisi Pertalite yang akan dibawa ke Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur (Kaltim) dari Kabupaten Bulungan.
Pengungkapan tersebut dilakukan Unit Resmob Polda Kalimantan Utara (Kaltara). Dalam kasus ini, dua orang berinisial W dan B diamankan bersama satu unit mobil pikap Daihatsu Gran Max yang digunakan untuk mengangkut BBM.
Pertalite yang ditemukan dalam 151 jeriken itu diduga akan dibawa ke luar wilayah Kaltara untuk dijual kembali.
Temuan ini menjadi perhatian karena Pertalite merupakan salah satu BBM yang dibutuhkan masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Sementara itu, ketersediaan BBM di Bulungan masih kerap dikeluhkan warga karena stok yang cepat habis.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kaltara, Kombes Pol. Yudhistira Midyahwan, mengungkapkan kedua orang tersebut diduga mendapatkan Pertalite dari pengetap maupun penampung.
“Mereka membeli atau mengambil Pertalite dari pengetap maupun penampung, kemudian dibawa ke Wahau, Kabupaten Kutai Timur, untuk diperjualbelikan kembali,” ungkap Yudhistira, Kamis (15/10/2026).
Dari pengakuan awal kedua orang tersebut, aktivitas pengangkutan BBM itu disebut dilakukan sebanyak dua kali dalam seminggu.
Jika pengakuan tersebut terbukti sesuai dengan hasil penyidikan, aktivitas ini diduga bukan hanya dilakukan sekali. Karena itu, asal-usul BBM dan pihak yang memasok Pertalite tersebut perlu ditelusuri lebih jauh.
Apalagi, jumlah BBM yang diamankan mencapai 151 jeriken. Penyidik perlu mendalami bagaimana Pertalite itu dikumpulkan, dari mana sumbernya, serta apakah ada pihak lain yang terlibat dalam pengangkutan hingga penjualan kembali.
Di tengah sulitnya masyarakat mendapatkan BBM, temuan ini memunculkan pertanyaan mengenai jalur distribusi Pertalite yang diduga dibawa ke luar daerah.
Meski begitu, belum dapat dipastikan bahwa pengangkutan tersebut menjadi penyebab langsung sering habisnya stok BBM di Bulungan. Hubungan antara kedua persoalan itu masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan lebih lanjut.
Namun, pengungkapan ini diharapkan bisa membuka persoalan yang lebih luas, terutama terkait asal pasokan BBM yang dikumpulkan dalam jumlah besar dan diduga diperjualbelikan kembali di luar Kaltara.
Masyarakat tentu berharap distribusi BBM dapat diawasi dengan baik agar penyalurannya sesuai ketentuan dan kebutuhan warga tetap terpenuhi.
Selanjutnya, perkara ini akan ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltara untuk mendalami dugaan tindak pidana di bidang minyak dan gas bumi (migas).
Penyidik akan menelusuri asal-usul Pertalite, mekanisme pembelian dari pengetap atau penampung, serta dugaan penjualan kembali di Wahau, Kabupaten Kutai Timur.
Dengan begitu, penanganan perkara ini tidak hanya berfokus pada dua orang yang diamankan dan 151 jeriken yang disita, tetapi juga mengungkap bagaimana BBM tersebut diperoleh dan apakah ada pihak lain yang ikut terlibat.
Di tengah keluhan BBM yang kerap habis di Bulungan, masyarakat kini menunggu kejelasan mengenai asal-usul Pertalite yang diduga hendak dibawa ke Wahau tersebut. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







