benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Kasus pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Bulungan menjadi sorotan serius. Ketua KOPRI PMII Bulungan, Najwa Aulia Ramadani, menilai kondisi ini sudah berada pada tahap mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan segera dari pemerintah daerah.
Ia menilai salah satu penyebab utama maraknya kasus tersebut adalah ketimpangan relasi kekuasaan di tengah masyarakat. Dalam banyak kasus, korban berada pada posisi yang lemah sehingga rentan mengalami tekanan hingga manipulasi dari pelaku.
“Ini bukan sekadar persoalan hasrat, tapi ada penyalahgunaan kekuasaan di dalamnya. Korban sering kali tidak berdaya karena posisi yang tidak seimbang,” kata Najwa, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, budaya patriarki yang masih kuat juga turut memperburuk situasi. Korban kerap disalahkan atas kejadian yang menimpanya, sehingga membuat mereka enggan melapor.
Fenomena victim blaming, lanjutnya, menjadi salah satu penghambat terbesar dalam pengungkapan kasus pelecehan seksual. Padahal, dukungan lingkungan sangat dibutuhkan agar korban berani bersuara.
“Banyak korban memilih diam karena takut disudutkan. Ini yang harus kita ubah bersama,” ujarnya.
Selain faktor sosial, Najwa juga menyoroti kurangnya fasilitas pendukung keamanan di ruang publik. Minimnya penerangan jalan dan lemahnya sistem pengawasan dinilai membuka peluang terjadinya tindakan pelecehan.
KOPRI PMII Bulungan pun mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan konkret. Di antaranya dengan meningkatkan edukasi tentang kesetaraan gender dan pentingnya persetujuan (consent), memperbaiki fasilitas publik, serta memperkuat penegakan hukum.
“Kami meminta pemerintah hadir dan memberikan perlindungan nyata bagi korban. Penanganan kasus harus tegas dan berpihak pada korban,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan saling menghormati. Menurutnya, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







