benuanta.co.id, NUNUKAN– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan melakukan penggeledahan atau razia kamar warga binaan serta tes urine bersama aparat penegak hukum (APH), pada Senin (6/4/2026).
Razia gabungan ini melibatkan unsur Lapas, TNI, dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan.
Kepala Lapas Nunukan, Puang Dirham, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah preventif sekaligus deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
“Razia dan tes urine ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan tidak ada peredaran narkotika maupun barang terlarang di dalam lapas. Ini juga sebagai langkah deteksi dini,” ujar Puang Dirham.
Dikatakannya, petugas melakukan penggeledahan menyeluruh pada kamar hunian warga binaan beserta barang-barang milik mereka. Hasilnya, tidak ditemukan narkotika, senjata tajam, maupun alat komunikasi ilegal.
Meski demikian, petugas tetap mengamankan sejumlah barang yang dinilai berpotensi disalahgunakan, seperti korek api, sendok logam, botol parfum, serta kartu domino dan remi.
Selain razia, tim juga melakukan tes urine terhadap seluruh pegawai lapas serta sejumlah warga binaan yang dipilih secara acak. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruhnya negatif dari penyalahgunaan narkoba.
Puang Dirham menegaskan, hasil tersebut menunjukkan kondisi Lapas Nunukan dalam keadaan aman dan terkendali. “Dari hasil kegiatan, baik petugas maupun warga binaan menunjukkan hasil negatif narkoba. Ini menandakan kondisi lapas saat ini relatif kondusif,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam pengawasan lapas, mengingat lembaga pemasyarakatan kerap menjadi target penyalahgunaan untuk aktivitas ilegal, khususnya peredaran narkotika.
“Keterlibatan TNI dan BNNK menunjukkan adanya sinergitas dalam pengawasan. Ini penting untuk mencegah lapas dimanfaatkan sebagai pusat kendali kejahatan dari dalam,” pungkasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







