benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara (Kaltara) sepanjang Agustus 2025 berhasil mengungkap tiga kasus peredaran narkotika. Dari hasil operasi gabungan tersebut, petugas mengamankan lebih dari satu kilogram sabu serta ratusan butir ekstasi.
Dari hasil operasi, BNNP mengungkap satu nama berinisial H alias A yang diduga kuat menjadi aktor utama dalam tiga kasus narkotika yang berhasil diungkap sepanjang Agustus 2025.
Kepala BNNP Kalimantan Utara, Brigjen Pol. Tatar Nugroho, S.I.K., S.H., mengungkapkan tiga kasus yang ditangani pihaknya memiliki benang merah yang sama. Dari hasil pemeriksaan dan pengembangan, semua alur barang haram ini mengarah ke satu nama, yaitu H alias A Nadia.
“Saat ini, yang bersangkutan diketahui berada di Tawau, Malaysia, dan tengah dilacak oleh tim gabungan,” jelasnya, Selasa (2/9/2025).
Menurut Brigjen Tatar, sosok H alias A berperan sebagai pemasok utama yang mengendalikan peredaran narkotika di wilayah Kaltara.
“Orang ini yang menjadi awal dari semuanya, dia yang memasok barang dari Malaysia ke jaringan di Tarakan, Bulungan, hingga Nunukan,” tegasnya.
BNNP Kaltara tidak bekerja sendiri dalam upaya pelacakan dan penangkapan target tersebut. Aparat terus berkoordinasi dengan lembaga intelijen dan aparat keamanan lintas batas.
“Kami berkolaborasi dengan BIN, Kepolisian, hingga otoritas terkait di perbatasan untuk melacak keberadaan yang bersangkutan,” ungkapnya.
Diketahui, tiga kasus yang diungkap selama Agustus lalu melibatkan barang bukti lebih dari 1,1 kilogram sabu dan 490 butir pil ekstasi. Lima tersangka telah diamankan, namun pengembangan kasus mengarahkan semua bukti ke satu orang.
“Semua tersangka yang ditangkap mengaku mendapat pasokan dari H alias A,” katanya.
Meski menghadapi tantangan karena posisi target berada di luar negeri, BNNP Kaltara menegaskan tidak akan berhenti memburu bandar besar tersebut. “Kami pastikan akan terus mengejar dan membongkar jaringan sampai ke akar-akarnya, tidak peduli dia bersembunyi di mana,” ucapnya.
Brigjen Tatar juga mengimbau masyarakat untuk berperan serta memberikan informasi jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkotika. “Kami harap masyarakat tidak takut melapor. Informasi sekecil apapun akan sangat membantu dalam menutup ruang gerak bandar besar ini,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







