benuanta.co.id, TARAKAN – Polres Tarakan melalui Seksi Humas mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat untuk tidak sembarangan membuka file berformat .apk yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp, terutama yang mengatasnamakan undangan pernikahan digital.
Kepala Seksi Humas Polres Tarakan, IPTU Rusli, menjelaskan hal imbauan ini diberikan menyusul adanya beberapa modus penipuan yang diduga digunakan untuk menyebarkan malware.
“Ini bukan hanya sekadar undangan, tapi cara pelaku menyebar program jahat yang bisa merugikan banyak orang,” jelasnya kepada benuanta.co.id, Sabtu (27/7/2025).
Modus yang digunakan pelaku adalah dengan mengirimkan file APK bernama “Surat Undangan Pernikahan Digital.apk” yang berukuran sekitar 6,6 MB. File tersebut dikirimkan melalui pesan pribadi WhatsApp dengan kalimat yang mendorong korban untuk membuka file demi klarifikasi hubungan kekerabatan.
“Pelaku sengaja membangun rasa penasaran agar korban mengklik file tersebut,” katanya.
Dalam percakapan tangkapan layar yang tersebar, terlihat pelaku terus memaksa agar korban membuka file tersebut. Ia menulis, “Silahkan di buka agar lebih jelas dan kenal kk,” serta “Silahkan di buka KK supaya lebih jelas dan tau saudara atau bukan.”
“Pola komunikasi ini sengaja dirancang untuk mengecoh korban,” imbuhnya.
IPTU Rusli menegaskan file .apk hanya boleh diunduh dari sumber resmi seperti Google Play Store. “Kalau file APK dikirim lewat chat dan bukan dari situs resmi, besar kemungkinan itu malware. Masyarakat harus hati-hati,” tegasnya.
Malware yang dikemas dalam file semacam ini memiliki kemampuan berbahaya. Begitu diinstal di perangkat korban, malware bisa mencuri data pribadi, termasuk akses ke rekening bank, media sosial, hingga mengambil alih penuh kendali perangkat.
“Masyarakat harus lebih teliti dan bijak,” terangnya.
Polres Tarakan mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan pesan yang mencurigakan, bahkan jika pesan tersebut menggunakan sapaan yang seolah-olah akrab.
“Kadang mereka gunakan gaya bahasa sok kenal. Padahal itu trik sosial engineering,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat lebih waspada dan segera melapor ke kepolisian jika menerima file APK serupa. “Kalau menerima hal mencurigakan, lebih baik abaikan dan laporkan. Jangan langsung diklik,” ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan, Polres Tarakan juga menyarankan masyarakat untuk memperbarui sistem keamanan ponsel dan mengaktifkan fitur keamanan tambahan seperti Google Play Protect.
“Jangan anggap enteng. Satu klik bisa fatal,” pungkasnya.
Reporter: Eko Saputra
Editor: Yogi Wibawa







