benuanta.co.id, TARAKAN – Polsek KSKP Tarakan mengamankan 14 orang yang diduga Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ilegal pada Rabu, 9 Juli 2025.
14 orang tersebut diamankan di Pelabuhan Malundung saat hendak melakukan keberangkatan ke Tawau, Malaysia.
Awalnya, petugas Imigrasi melakukan pengecekan dokumen keberangkatan terhadap 14 orang yang mengaku akan mengunjungi keluarga di Malaysia. Namun, petugas curiga lantaran kartu identitas mereka yang berasal dari wilayah yang berbeda-beda.
”Ada kecurigaan karena rombongannya banyak, terus kita tanyakan alasannya sama semua, padahal mereka itu kan beda-beda wilayah asal. Nah makanya coba kita dalami,” jelas Kapolsek KSKP Tarakan, IPTU Yazwar saat dihubungi, Sabtu (12/7/2025).
14 orang itu akhirnya diamankan oleh Personel Polsek KSKP dan dilakukan interogasi mendalam. Dari pukul 12.00 WITA sampai 04.00 WITA, barulah para orang yang diduga CPMI ilegal itu mengaku hendak bekerja di Malaysia.
”Kita indikasinya awalnya ke TPPO, cuma kan nggak kita temukan. Karena dari 14 orang itu kan semuanya memiliki paspor, identitas KTP. Hanya saja tidak ada penjamin kerja, tidak ada visa kerja,” bebernya.
Diketahui, keseluruhan orang yang diduga pekerja migran berangkat dari Surabaya. Sementara untuk wilayah asalnya berasal dari Blitar dan Wonosobo.
Yazwar menyebut telah menghubungi seseorang yang disebut-sebut menjadi penjamin mereka di Malaysia. Namun hingga saat ini belum terdapat respons dari orang tersebut.
Diketahui, keberangkatan mereka ke Malaysia untuk mencari kerja baru pertama kali dilakukan. Mereka mengaku mendapatkan informasi dari rekannya yang lebih dulu bekerja di Malaysia.
”Informasinya mereka dijanjikan pekerjaan. Cuma kita hubungi orang yang menjanjikan itu tidak bisa dihubungi, mungkin termonitor bahwa mereka kita tahan di sini,” ungkapnya.
Polsek KSKP juga telah berkoordinasi dengan Kepala BP3MI Kaltara, Kombes Pol Andi Ichsan untuk tindaklanjut 14 orang tersebut. Lalu, mereka resmi diserahkan ke BP3MI pada Kamis, 10 Juli 2025.
”Nanti dari BP3MI yang akan menindaklanjuti, karena dari BP3MI informasinya ada juga menyalurkan, membantu terhadap PMI ini ke perusahaan yang memang sudah lebih menjamin,” pungkas Yazwar. (*)
Editor: Endah Agustina







