benuanta.co.id, TARAKAN – Sepanjang tahun 2024 lalu, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) Tarakan mencatat ada 96 perkara kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas). Dari angka tersebut, kecelakaan didominasi dialami oleh pelajar.
Kepala Unit (Kanit) Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Tarakan IPDA Priyati Ningsih, mengatakan jumlah korban meninggal dunia (MD) sebanyak 12 orang, luka ringan 141 orang, dan luka berat sebanyak 8 orang.
“Jenis kendaraan yang terlibat yaitu roda 2 sebanyak 184 unit, truk ataupun pickup 15 unit, mobil penumpang 13 unit,” ujarnya, Senin (13/1/2025).
Satlantas Polres Tarakan juga mencatat mayoritas pelaku maupun korban yang terlibat laka lantas berdasarkan pendidikan di wilayah Kota Tarakan yaitu Sekolah Menengah Atas (SMA). Dikatakan Priyanti, beberapa daerah rawan laka yaitu Mulawarman, Yos Sudarso, Kusuma Bangsa, depan Pemadam.
“Banyak pelajar yang menjadi pelaku laka lantas. Untuk anak pelaku ada sebanyak 4 orang yang merupakan pelajar SMP dan SMA, yang menabrak seseorang dan menyebabkan luka berat,” ungkapnya.
Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya telah melaksanakan langkah-langkah jangka pendek maupun panjang guna meminimalisir terjadinya kecelakaan di Kota Tarakan. Terkait jangka panjang, Satlantas Polres Tarakan melaksanakan rangkaian kegiatan sosialisasi terhadap masyarakat, kemudian kepada pelajar, sopir truk angkutan dan tukang ojek.
“Untuk pelajar SD, SMP, SMA, dalam sebulan kami melaksanakan kegiatan sebanyak 7 kali. Ditambah dengan kegiatan polisi sahabat anak. Sehingga menurut kami satuan lalulintas sudah cukup banyak langkah-langkah yang kami lakukan untuk jangka panjangnya menekan angka kecelakaan dan pelanggaran,” jelasnya.
“Karena dari data lantas kami di 2024 ada anak korban dan anak pelaku. Kami meminta kepada para orang tua dan masyarakat untuk sama-sama mendukung lalu lintas menekan angka pelanggaran dan kecelakaan,” tutupnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Yogi Wibawa







