Hindari Razia, Seorang Wanita Nekat Lompat dari Lantai Dua Losmen

benuanta.co.id, TARAKAN – Selain mendapatkan alat bong sabu dan pasangan di bawah umur saat menggelar razia ke indekos dan penginapan. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tarakan, turut mendapati seorang wanita yang nekat melompat dari lantai 2 salah satu penginapan demi menghindari pemeriksaan petugas, Senin 14 Februari 2022 malam.

Berdasarkan pantauan benuanta.co.id saat kejadian, wanita tersebut melompat dari jendela kemudian berlari dan masuk ke rumah warga untuk bersembunyi.

“Ya lari lompat ya ini jendela yang dia paksa buka kemudian lompat, karena katanya takut dengan petugas dan panik. Padahal dia lagi sendiri,” kata salah satu petugas Satpol PP, Desi.

Baca Juga :  DPRD Tarakan Kawal Pelebaran Jalan di Samping Kantor BRI

Akibat aksi nekatnya, wanita tersebut langsung dibawa petugas ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lantaran mengalami cidera usai melompat dari penginapan.

Berdasarkan informasi dari Arman, salah satu warga yang rumahnya tepat berada di belakang penginapan. Aksi kucing-kucingan antara penghuni penginapan dan petugas kerap terjadi saat ada razia.

“Sering itu, laki-laki kemarin lompat, ada juga waria lompat. Saya sebenarnya malas ikut campur tapi kan kasihan,” kata Arman, Selasa (15/2/2022).

Baca Juga :  Targetkan Rp3,5 Miliar di Bulan Ramadan, 10.500 Mustahik Tarakan Siap Terima Manfaat

Bukan kali ini saja, kata Arman, penghuni penginapan yang kabur dari petugas dengan melompat ini juga sering masuk ke dalam rumahnya secara tiba-tiba.

“Ini baru-baru masuk tadi ke dalam rumah saya. Jadi saya tidak bisa juga (biarkan), nanti saya dikira membantu lagi,” katanya.

Warga sekitar penginapan tersebut juga dibuat resah, lantaran kerap kali mendapati bekas alat kontrasepsi.

“Bekas orang berhubungan itu kadang di seng rumah saya, saya sabar aja. Bagus ditegaskan aja penginapan ini, kalau begini terus bagus ditutup aja. Terus ada juga yang bekas orang nyabu itu, penghisapnya saya sabar aja,” tegasnya.

Baca Juga :  Atasi Lonjakan Volume Sampah Ramadan, DLH Kerahkan 311 Personel dan 34 Armada

Arman menjelaskan beberapa waktu lalu pihak penginapan sempat dipanggil oleh ketua setempat.

“Sudah sering dilaporkan, waktu itu diskusi juga. Iya iya aja yang punya penginapan, tapi sampai sekarang buktinya masih aja begini,” ketusnya. (*)

Reporter : Endah Agustina

Editor : Yogi Wibawa

 

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *