Tidak Sesuai Standar Kadar Air, Harga Rumput Laut di Nunukan Turun

benuanta.co.id, NUNUKAN – Sejak awal Agustus 2022, harga rumput laut mengalami penurunan harga yang signifikan, turunnya harga rumput laut tersebut di keluhan kan oleh pedagang rumput laut.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Pedagang Rumput Laut Nunukan, Kamaruddin yang mengatakan harga rumput laut mengalami penurunan harga, hal ini disebabkan oleh dua faktor yakni kualitas rumput laut yang dikirim sebagian basah sehingga tidak sesuai dengan permintaan pasar dan terjadinya peningkatan produksi penghasil rumput laut di luar daerah Nunukan.

Baca Juga :  DLH Nunukan Ingatkan Masyarakat agar Sampah Dipilah dari Rumah Sebelum ke TPS

“Harganya sekarang saat ini Rp 30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram,” ujar Kamaruddin kepada benuanta.co.id, Sabtu (20/8/2022).

Diungkapkan Kamaruddin, harga rumput laut sebelumnya berkisar Rp43 ribu hingga Rp45 ribu per kilogramnya. Namun sudah sekitar seminggu mengalami penurunan harga hingga belasan ribu rupiah.

Turunnya harga rumput laut akibat dari kadar air dari rumput laut tidak sesuai dengan standar kekeringan. Tingkat kekeringan yang dibutuhkan oleh pengepul komoditi rumput laut di Sulawesi Selatan dengan kadar air normal sekitar 37:38 untuk standar ekspor, sedangkan kadar air rata-rata dari pembudidaya rumput laut di Nunukan yakni di angka 40.

Baca Juga :  BLT Dana Desa Tahap l Tahun 2026 Desa Lapri Kecamatan Sebatik Cair

“Kita berharap lah semoga harga ini tidak turun lagi,” katanya.

Selian itu, Kamarudin berharap dari Pemerintah Kabupaten Nunukan dapat segera membuat suatu kebijakan sehingga dapat melibatkan instansi-instansi terkait bisa memberikan pengawasan terkait standar kadar kualitas rumput laut.

“Kita sebagai petani yang dibutuhkan adanya pengawasan khususnya pada kualitas rumput laut, supaya jangan sampai harga rumput laut naik, pembeli banyak yang masuk tapi kualitas atau kadar rumput laut kita yang hancur.” katanya.

Baca Juga :  Pertamina Tambah 10 Ribu Tabung Gas LPG 3 Kg di Bulungan

Kendati mengalami penurunan harga, Kamarudin mengatakan sejauh ini hal tersebut belum berpengaruh pada biaya pengikat rumput laut/pabetang yakni masih seharga Rp13 ribu hingga Rp15 ribu.(*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *