benuanta.co.id, TARAKAN – Harga minyak goreng biasa mengalami lonjakan diawal tahun 2025 di Pasar Gusher Kota Tarakan. Akibatnya masyarakat beralih ke Minyakita.
Memasuki awal tahun 2025, sebagian besar bahan pokok mengalami kenaikan harga salah satunya yaitu minyak makan. Salah satu penjual sembako di Pasar Gusher, Sandi mengungkapkan kenaikan harga tersebut sudah terjadi sejak dua bulan yang lalu atau tepatnya pada bulan November 2024.
“Kalau minyak goreng memang ada kenaikan dari Bimoli, Fortune naik dari harga Rp 44 ribu jadi Rp 45 ribu untuk ukuran 2 liter. Kalau Minyakita dari dua bulan lalu masih stabil di kisaran Rp 17 ribu itu sudah yang paling mahal,” ujarnya, Kamis (2/1/2025).
Hingga saat ini ia sendiri belum mendapatkan bocoran dari distributor penyebab kenaikan harga minyak ini. Dampak dari kenaikan minyak makan pun dirasakan oleh pembeli dan penjual. Ia menjelaskan sebelum adanya kenaikan pembeli biasanya membeli minyak sebanyak 4 bungkus sekarang hanya 2 bungkus bahkan kebanyakan masyarakat beralih ke Minyakita.
“Ada (protes dari pembeli karena kenaikan harga). Kayak fortune biasa ada yang ambil 4 jadi 2 bungkus bahkan ada yang beralih ke minyak kita. Berdampak juga biasa kita ambil 10 dos jadi kita kurangi stok jadi 5 dos,” ungkapnya.
Kendati demikian, harga bahan pokok lainnya seperti beras dan gula tidak mengalami kenaikan. “Harga beras masih stabil nggak ada penurunan dan kenaikan. Yang premium 20 kg harga per kilo 16 ribu kalau per karung 300 ribuan dari bulan November belum ada kenaikan. kalau beras Bulog masih stabil juga. Stoknya juga masih terjaga,” jelasnya.
“Gula pasir masih harga tetap dari harga 18 ribu per kilo kalau ada kenaikan per karung kayak dari 835 naik 840. Tetapi kalau di encer tetap harganya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli







