benuanta.co.id, TARAKAN – Konektivitas udara Tarakan segera mendapat dorongan baru. Mulai Oktober 2025, maskapai AirAsia akan resmi terbang dari Bandara Juwata, membuka jalur ke Balikpapan tiga kali sepekan.
Kehadiran rute ini diharapkan bukan hanya memperluas pilihan perjalanan masyarakat, tetapi juga menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan peluang bisnis lintas daerah hingga mancanegara.
Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, menegaskan langkah ini bukan lagi sekadar rencana, melainkan sudah memiliki jadwal pasti. Ia menyebut kehadiran AirAsia akan membuka lebih banyak pilihan destinasi bagi masyarakat sekaligus mendorong harga tiket menjadi lebih kompetitif. “Dengan adanya pilihan-pilihan tadi, pasti akan ada penyesuaian harga. Harapannya persaingan tetap sehat dan sesuai regulasi tarif tertinggi maupun terendah,” ujarnya, Selasa (12/8/2025).
Menurutnya, kehadiran maskapai baru akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Akses transportasi yang terbuka, kata dia, akan memudahkan mobilitas orang dan barang, sehingga mendorong aktivitas ekonomi. “Tidak mungkin kita tumbuh lebih cepat kalau aksesnya terbatas. Dengan harga yang terjangkau dan akses yang terbuka, akan banyak orang datang,” tambahnya.
Ibnu Saud juga menyoroti peluang penerbangan internasional dari Tarakan, terutama setelah Bandara Juwata kembali berstatus bandara internasional. Namun, ia mengingatkan bahwa keberlanjutan rute luar negeri sangat bergantung pada pasar.
“Kalau pasarnya ada, sangat mungkin dilakukan. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi, semakin besar probabilitas orang bepergian ke luar negeri,” jelasnya.
Ia mencontohkan potensi wisata dan bisnis yang bisa terbuka, seperti perjalanan ke Malaysia yang selama ini masih sulit dijangkau tanpa jalur udara langsung. “Kalau opsinya mudah, misalnya langsung terbang, pasti akan lebih diminati dibandingkan naik kapal berjam-jam. Maskapai tentu akan melakukan riset pasar untuk melihat peluang ini,” katanya.
Dari sisi infrastruktur, Bandara Juwata Tarakan memastikan kesiapan menyambut maskapai baru. Kepala Seksi Teknik Bandara Juwata Tarakan, Choirul Arif, menyampaikan, seluruh perizinan telah terpenuhi dan slot penerbangan sudah diatur untuk tiga kali seminggu. “Kalau tiket sudah dijual, berarti semua sudah siap. Harapan kita frekuensi bisa bertambah, begitu juga rute baru,” ungkapnya.
Ia memaparkan, permintaan penerbangan dari Tarakan selama ini cukup tinggi, terutama tujuan Jakarta dan Surabaya. Setiap hari rata-rata ada 1.000 penumpang berangkat dan 2.000 orang hilir mudik di bandara. “Dengan masuknya AirAsia, jumlah maskapai yang beroperasi menjadi lima. Harga yang bersaing akan mendorong minat masyarakat yang sebelumnya ragu untuk bepergian,” jelasnya.
Ia menambahkan, status internasional Bandara Juwata menjadi modal penting untuk membuka rute luar negeri di masa depan. Meski demikian, ia menekankan bahwa realisasi rute internasional akan mempertimbangkan permintaan pasar.
“Kalau demand cukup, maskapai pasti akan mempertimbangkan. Sementara ini, rute nyambung ke luar negeri seperti Surabaya–Kuala Lumpur cukup diminati,” ungkapnya.
Sementara itu, Head Network and Airport Authority AirAsia Indonesia, Edwin mengungkapkan, Tarakan dipilih berdasarkan potensi pasar yang besar di Kalimantan. Menurutnya, AirAsia sudah mulai menjual tiket sejak sebulan lalu dengan pesawat Airbus 320 berkapasitas 180 penumpang. “Saat ini rute Tarakan–Balikpapan tersedia tiga kali seminggu. Dari Balikpapan bisa lanjut ke Surabaya. Harga mulai sekitar Rp600 ribuan sekali jalan,” terangnya.
Edwin menyebut bahwa keberlanjutan rute akan sangat bergantung pada tingkat keterisian penumpang. Jika hasil evaluasi positif, frekuensi penerbangan bahkan bisa bertambah. “Prinsipnya, kalau potensi penumpang ada, pasti kita buka. Tapi kalau dibuka lalu sepi, akan sulit memulai lagi. Jadi kita analisa dulu,” katanya.
Ia juga membuka peluang pembukaan rute langsung Tarakan–Jakarta maupun rute internasional. Namun, langkah tersebut tetap akan melihat perkembangan pasar. “Secara kebutuhan, permintaan ke Jakarta cukup tinggi. Untuk internasional, kita akan pelajari dulu pasar dan potensi daya belinya,” jelasnya.
Edwin menegaskan bahwa ini adalah kali pertama AirAsia melayani penerbangan ke Tarakan. “Setahu saya, ini pertama kali AirAsia masuk ke Tarakan. Semoga bisa memberi manfaat besar bagi masyarakat dan perekonomian daerah,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Ramli







