benuanta.co.id, TARAKAN – Kondisi harga dan ketersediaan pangan di Kota Tarakan pada awal 2026 terpantau stabil. Berdasarkan data neraca mingguan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menunjukkan seluruh komoditas pangan strategis berada dalam kondisi surplus, sehingga kebutuhan masyarakat masih aman terpenuhi.
Pemantauan tersebut dilakukan melalui sistem Badan Pangan Nasional, di mana setiap daerah wajib melaporkan harga dan stok pangan secara harian yang kemudian direkap setiap tujuh hari. Dari hasil pemantauan awal Januari ini, fluktuasi harga dinilai masih terkendali, seiring pasokan yang relatif mencukupi.
Kepala DKPP Tarakan, Ir. Eddy Suriansyah, mengatakan pemantauan harian dan pelaporan mingguan menjadi alat ukur pemerintah daerah untuk membaca kondisi pasar. Menurutnya, setelah lonjakan permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), konsumsi masyarakat mulai menurun sehingga harga pangan kembali normal.
“Untuk pemantauan harga dan stok pangan itu dilakukan setiap hari dan direkap tujuh hari. Ini menjadi pertimbangan kita dalam melihat perkembangan harga dan ketersediaan di daerah,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).
Berdasarkan neraca pangan Januari 2026, komoditas beras tercatat memiliki ketersediaan 147 ton dengan kebutuhan 46,20 ton, sehingga masih terdapat surplus sebesar 100,80 ton. Harga rata-rata beras di pasaran berada di kisaran Rp17.500 per kilogram.
Komoditas cabai juga menunjukkan kondisi aman. Cabai rawit tersedia 92 ton dengan kebutuhan hanya 4,60 ton atau surplus 87,40 ton, dengan harga Rp120 ribu per kilogram. Sementara cabai merah besar memiliki ketersediaan 25 ton dengan kebutuhan 4,53 ton atau surplus 20,47 ton, dengan harga rata-rata Rp46.818 per kilogram.
Pada komoditas bawang, bawang putih tercatat tersedia 14 ton dengan kebutuhan 11,67 ton atau surplus 2,33 ton, dengan harga Rp39.075 per kilogram. Sedangkan bawang merah memiliki ketersediaan 25 ton dan kebutuhan 4,53 ton atau surplus 20,47 ton, dengan harga Rp53.241 per kilogram.
Untuk sumber protein hewani, daging ayam ras tersedia 193 ton dengan kebutuhan 161,50 ton atau surplus 31,50 ton dengan harga Rp44.000 per kilogram. Daging sapi tercatat tersedia 11,9 ton dengan kebutuhan 9,71 ton atau surplus 2,19 ton dan harga Rp160.000 per kilogram.
Sementara itu, minyak goreng memiliki ketersediaan 80 ton dengan kebutuhan 58,30 ton atau surplus 21,70 ton, dengan harga Rp22.292 per liter. Gula juga tercatat surplus 12,70 ton dari ketersediaan 60 ton dan kebutuhan 47,30 ton, dengan harga Rp14.458 per kilogram. Telur ayam ras tersedia 72 ton dengan kebutuhan 63,20 ton atau surplus 8,80 ton, dengan harga Rp36.454 per kilogram.
Eddy menambahkan, kondisi harga dan stok pangan yang stabil turut berkontribusi terhadap terkendalinya inflasi daerah. Dalam rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), inflasi Tarakan masih berada di kisaran target nasional 2,5 persen plus minus satu, yakni sekitar 2,6 hingga 2,8 persen.
Dengan pasokan yang masih lebih dari cukup dan harga yang relatif terkendali, pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan rutin untuk memastikan stabilitas pangan tetap terjaga, sekaligus mencegah potensi gejolak harga di tingkat konsumen.
“Jadi rekapitulasi datanya nanti kita sampaikan ya (harga dan ketersediaan pangan di Tarakan), agar bisa jadi berita yang untuk diketahui,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Yogi Wibawa







