TANJUNG SELOR – Genap setahun sejak diresmikan pada tanggal 20 April 2020 oleh Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Subiyanto untuk berdiri di Provinsi Kaltara, Korem 092 Maharajalila kini berulang tahun yang pertama, dengan dijabat oleh Komandan Korem pertama Brigadir Jenderal TNI Suratno.
“Seperti yang saya sampaikan Korem ini baru diresmikan tanggal 20 April 2020 lalu, hari ini genap berumur 1 tahun, saya sebagai Danrem yang pertama,” ungkap Danrem 092 Maharajalila Brigjen TNI Suratno kepada benuanta.co.id, Selasa 20 April 2021.
Berdasarkan Peraturan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor : 23 Tahun 2019, sebagai suatu langkah komando atas dalam memenuhi kebutuhan organisasi terkait implementasi strategi pertahanan aspek darat, maka perlu adanya adanya komando kewilayahan baru di daerah perbatasan, khususnya Kalimantan Utara.

Sehingga lahirlah Korem 092 Maharajalila (MRL) yang menaungi 5 Kodim yang sebelumnya berada di bawah kendali Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN).
“Selain sebagai komando kewilayahan juga sebagai Kolaops. Selama setahun ini kami selain pembinaan teritorial kepada masyarakat, juga melaksanakan operasi pengamanan perbatasan Indonesia-Malaysia dari Satgas Tempur Arhanud 16 Kostrad dan Batalyon Infantri 614, kemudian Satgas Ter yakni Kodim Nunukan dan Malinau, itulah catatan 1 tahun kita berusaha berbuat untuk masyarakat,” jelasnya.
Wujud TNI hadir di perbatasan dibuktikan dengan beberapa kali didapati masyarakat yang melanggar, salah satunya barang ilegal berbahaya yakni narkoba dan minuman keras. “Kami mengamankan beberapa kali barang terlarang seperti sabu dan miras yang dilakukan oleh Satgas Pamtas,” bebernya.
Pemberian nama Maharajalila sendiri merupakan realisasi dari keinginan, harapan dan permintaan masyarakat serta pemerintah daerah di Kaltara yang telah direstui oleh seluruh komponen masyarakat. Para prajurit Korem Maharajalila juga melekat dalam sesanti “Wira Kangar Begali Mundur” yang berarti Prajurit Pemberani Pantang Mundur akan menjadi pelindung masyarakat di wilayah perbatasan.
“Harapan saya kedepan keberadaan Korem ada makna dan sumbangsih kepada masyarakat, lalu di internal saya harap lebih profesional, disiplin dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan serta lebih dicintai oleh masyarakat,” paparnya.
Tak hanya itu, pria kelahiran 1966 ini pada hari ini tepat berulang tahun yang ke 55. Sebagai bentuk rasa syukur maka dilakukan dengan penanaman pohon di sekitar Makorem. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor : M. Yanudin







