Evakuasi Jenazah Covid-19 Sendiri, Warga Nilai Pemkot Cuek 

benuanta.co.id, TARAKAN – Emosi keluarga jenazah Covid-19 yang makamnya longsor di Jalan Pangeran Aji Iskandar, Kelurahan Juata Laut semakin memuncak. Pasal, hingga sore ini belum mendapat kabar dari pemerintah terkait evakuasi jenazah yang tertimbun longsor.

Pihak keluarga mengaku kecewa dengan pemerintah, lantaran tidak mendapat arahan dan pertanggungjawaban dari dinas terkait.

Hal itu diungkapkan Syahril, salah seorang keluarga mendiang pasien Covid-19 yang bertekad untuk menyiapkan proses evakuasi makam sanak keluarganya yang tertimbun longsor itu.

Baca Juga :  Begini Mekanisme Pembagian MBG Selama Ramadan di Tarakan

“Kami kecewa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan dan unsur pemerintah lainnya tidak ada langkah sampai sore ini. Mereka hanya datang tadi pagi meninjau dan belum kepastian untuk evakuasi,” ungkap Syahril kepada benuanta.co.id Sabtu, 2 Oktober 2021.

Kondisi terkini, pihak keluarga mendatangkan satu unit ambulance untuk mengevakuasi, dibantu pihak RT 18 Kelurahan Juata Laut untuk melakukan penggalian makam yang tertimbun.

Di lokasi terlihat juga 3 orang penggali makam berjibaku menggali peti jenazah yang meninggal sejak 2 bulan lalu. Peti itu dalam kondisi pecah dan nyaris dipenuhi air.

Baca Juga :  Tiket Lambelu H-3 Lebaran Sudah Ludes, PELNI Siapkan Bukit Siguntang

“Kami inisiatif sendiri aja sudah, dengan biaya dan tenaga sendiri. Kalau mau mengharap mereka (pemerintah) tidak ada responnya. (evakuasi ini) Jenazah keluarga kami mau dimakamkan di pemakaman Jalan Matahari Kampung Bugis,” lanjut Syharil.

Sementara itu, Ketua RT 18 Kelurahan Juata Laut, Pujiono mengatakan, DLH Tarakan belum memberikan arahan lanjutan padanya.

“Saya selaku RT bingung juga. Arahan DLH tadi pagi nanti dulu dievakuasi, tetap saya yang didesak warga untuk bantu penggalian. Siap tidak siap saya pasti bantu keluarga korban,” ucap Pujiono yang turut membantu evakuasi tersebut.

Baca Juga :  Tarakan Dapat 200 Unit BSPS Tahap Pertama, Fokus di Tarakan Utara dan Barat

Hingga berita ini diterbitkan, pihak berwenang enggan merespon permintaan konfirmasi dari benuanta.co.id. Wartawan benuanta.co.id juga telah menghubungi Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tarakan, Hariyanto, namun nihil konfirmasi. (*)

Reporter : Kristianto Triwibowo

Editor : Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *