Sempat Merangkak Naik, Harga Rumput Laut Anjlok Lagi, Sekarang Kisaran Rp 20 ribu/Kg

benuanta.co.id, NUNUKAN – Setelah sempat merangkak naik, kini harga rumput laut di Nunukan selama satu bulan terakhir terus alami penurunan harga. Bahkan, harganya sudah menyentuh Rp 20 ribu/kilogram sejak 29 Oktober 2022.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Pedagang Rumput Laut Nunukan, Kamaruddin mengatakan sudah sekitar satu bulan terakhir harga rumput laut mengalami penurunan harga secara bertahap.

“Harganya turun perlahan-lahan. Dari harga Rp32 ribu turun Rp30 ribu. Lalu turun lagi Rp27 ribu, Rp25 ribu, Rp23 ribu dan sekarang turun menjadi Rp20 ribu/kg,” ujar Kamaruddin kepada benuanta.co.id, Ahad (30/10/2022).

Baca Juga :  Jelang Arus Balik Lebaran, Pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan Terpantau Sepi

Menurutnya, dua bulan lalu harga rumput laut di Nunukan pernah menyentuh di atas harga Rp40 hingga Rp42 ribu per kg. Bahkan, harga ini diklaimnya tertinggi sepanjang sejarah rumput laut di Nunukan.

“Nah, di saat itu harga sempat anjlok, tapi berlahan naik hingga mencapai Rp 32 ribu, tapi sekarang turun lagi,” ungkapnya.

Bahkan, Kamaruddin mengungkapkan, sudah selama 10 hari terakhir harga rumput laut bertahan di harga Rp 20 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Lapas Nunukan Buka Layanan Kunjungan bagi Warga Binaan Selama Lebaran

Dikatakannya, ada beberapa alasan anjloknya harga rumput laut di Nunukan, salah satunya beberapa daerah lain sudah mulai masuk musim panen, sehingga pasokannya mulai melimpah.

Kendati begitu, dirinya berharap agar para petani rumput laut di Nunukan tak putus asa dan terus meningkatkan kualitas rumput lautnya. Sebab, kata Kamarudin, jika kualitas rumput laut bagus bisa mempengaruhi kenaikan harga.

“Contoh, kadar kering itu standar yang biasa kita kirim itu 40-45 persen. kalau mau yang lebih bagus lagi kadar ekspor 30-35 persen. Tapi, kalau di atas 45 persen atau 50 persen, bisa dibilang masih basah. Ini yang jatuh harga,” jelasnya.

Baca Juga :  Volume Sampah di Nunukan Melonjak Jadi 26 Ton per Hari saat Momen Idulfitri

Hanya saja, Kamaruddin mengakui masih kesulitan untuk meratakan kadar kering untuk petani rumput laut di Nunukan. Sebab, hingga saat ini belum ada peralatan maupun orang ahli dalam bidang tersebut di Nunukan. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Matthew Gregori Nusa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *