Pertumbuhan UMKM di Kaltara Paling Besar di Nunukan 376,96 persen

benuanta.co.id, NUNUKAN – Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) provinsi Kalimantan Utara mencatat Kabupaten Nunukan penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbanyak di Kalimantan Utara berdasarkan penduduk yang banyak, jumlah desa dan banyaknya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Di Kalimantan Utara (Kaltara) Kontribusi pertumbuhan UMKM terbesar berada pada Kabupaten Nunukan mencapai 376,96 persen.

Kabupaten Nunukan memiliki 21 kecamatan dan 232 desa, ini merupakan potensi yang sangat besar karena pertumbuhan ekonomi dimulai dari masyarakat kecil atau UMKM, yang bisa bertahan di masa pandemi covid-19 dan hal itu menjadi fokus DJPb.

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Utara, Wahyu Prihantoro mengatakan, UMKM di Nunukan pertumbuhan yang begitu cepat, dibandingkan dengan wilayah lainnya. Namun yang menjadi kendala adalah faktor akses. Pembiayaan UMKM ada dua tahapan yakni KUR yang dialokasikan oleh lembaga keuangan yakni perbankan dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi).

Baca Juga :  Asik Cuci Tali di Pinggir Sungai Mansapa, Warga Nunukan Selatan Diserang Buaya

“Masalah akses menjadi alasan klasik, tidak terakomodirnya UMKM di daerah masalah geografis, maka banyak pelaku usaha kecil di daerah terpencil tidak terakses terhadap pembiayaan, tidak hanya pembiayaan dari profil kita sebesar 90 persen UMKM di Kaltara tidak mendapatkan pelatihan dan 40 persen tidak mendapatkan pembiayaan,” jelasnya.

Lanjut dia, dari kegiatan identifikasi profil UMKM pada lingkup Kaltara, pertumbuhan UMKM pada tahun 2021 meningkat sebesar 130,02 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi pertumbuhan UMKM terbesar berada pada Kabupaten Nunukan mencapai 376,96 persen dan kontribusi pertumbuhan UMKM terbesar kedua di lingkup Provinsi Kalimantan Utara disumbangkan oleh Kabupaten Bulungan yang mencapai 152,18 persen.

Baca Juga :  Arus Balik Lebaran, Ratusan Penumpang Padati Pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan

“Peningkatan pertumbuhan UMKM tersebut di antaranya disebabkan oleh adanya PHK karyawan yang mengakibatkan masyarakat beralih mata pencaharian ke sektor UMKM, tumbuhnya perekonomian, serta perkembangan daerah dan penambahan jumlah penduduk,” ujarnya.

Sedangkan jenis usaha mikro dan kecil (UMK) didominasi oleh jenis usaha perdagangan sebesar 48 persen dan kuliner sebesar 18 persen. UMK yang paling banyak dijumpai adalah di kategori perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan kendaraan bermotor.

Baca Juga :  Aktivitas UMKM Alun-Alun Nunukan Kembali Normal Usai Lebaran

Usaha mikro dua sektor tersebut memang lebih mudah dilakukan karena selain dapat dimulai dengan modal yang tidak begitu besar juga tidak dituntut untuk memiliki skill atau kualifikasi tertentu. Oleh karena itu, kategori tersebut dengan mudah menjadi primadona dan cukup banyak digeluti oleh masyarakat.

“Sesuai kebutuhan jika mereka butuh pelatihan akan kita arahkan bagi pelaku UMKM untuk ikut, biasanya banyak pelatihan yang diadakan oleh instansi seperti BUMN atau BUMD kita ikutkan mereka, melalui fasilitas Dinas kita,” cetus Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *