Harga Tiket Pesawat Naik, Aktivitas Penerbangan di Bandara Tanjung Harapan Terdampak

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Kenaikan harga tiket pesawat yang terjadi secara nasional turut berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Tanjung Harapan, Kabupaten Bulungan.

Lonjakan harga yang dipicu naiknya harga avtur disebut mulai memengaruhi minat penumpang hingga operasional penerbangan.

Ketua Tim Teknik Operasi, Keamanan, dan Pelayanan Darurat (TOKPD) Bandara Tanjung Harapan, Yuyu Rivan, mengungkapkan pihak bandara hanya berperan sebagai penyedia fasilitas, sementara kebijakan tarif sepenuhnya ditentukan maskapai.

“Kami di bandara ini hanya sebagai operator. Untuk harga tiket dan armada itu sepenuhnya dari maskapai, dalam hal ini Wings Air untuk penerbangan reguler non-subsidi,” ujarnya kepada Benuanta, Jumat (10/4/2026).

Ia menjelaskan, penerbangan subsidi seperti Susi Air tidak mengalami perubahan tarif karena telah ditetapkan pemerintah. Berbeda dengan penerbangan komersial yang mengikuti kondisi pasar.

“Kalau yang subsidi itu harganya sudah ditentukan dan flat. Tapi untuk Wings Air ini kan komersial, jadi menyesuaikan kondisi, termasuk kenaikan biaya operasional,” jelasnya.

Rute penerbangan Tanjung Selor–Balikpapan sendiri baru kembali beroperasi pada 26 Maret 2026, setelah sebelumnya sempat terhenti. Namun, belum lama berjalan, rute tersebut sudah menghadapi tantangan baru.

“Kita baru saja re-operate tanggal 26 Maret kemarin. Tapi kemudian ada dampak global yang menyebabkan kenaikan harga tiket, jadi ini menambah tantangan bagi kita,” katanya.

Ia menyebut, kenaikan harga avtur menjadi faktor utama yang mendorong penyesuaian tarif tiket, meski pihaknya masih menunggu kepastian dari hasil koordinasi dengan pihak terkait.

“Sementara ini yang kita tangkap, faktor utamanya karena kenaikan harga bahan bakar pesawat. Tapi ini masih perlu kita validasi lagi,” ungkapnya.

Dampak langsung dari kenaikan tersebut mulai terlihat dengan adanya penurunan penjualan tiket, bahkan hingga pembatalan penerbangan.

“Hari ini bahkan ada penerbangan Wings Air yang cancel. Ini tentu jadi perhatian kita, karena kita berharap rute ini bisa berjalan stabil setelah dibuka kembali,” ucapnya.

Menurutnya, kondisi ini juga berpotensi menimbulkan efek berantai terhadap sektor lain yang bergantung pada aktivitas bandara.

“Kalau penumpang berkurang, otomatis berdampak ke banyak hal. Mulai dari operasional bandara, transportasi lanjutan seperti taksi, sampai hotel dan usaha di dalam terminal juga ikut terdampak,” terangnya.

Meski demikian, pihak bandara tetap berupaya menjaga konektivitas wilayah agar penerbangan tetap berjalan.

“Kami tetap berupaya menjembatani agar penerbangan ini bisa terus ada. Harapannya, layanan ini tetap memberikan manfaat bagi masyarakat dan konektivitas daerah tetap terjaga,” tutupnya.(*)

Reporter: Alvianita
Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *