ASDP Tarakan Naikkan Tarif Lintasan Sebawang hingga 20 Persen, Ini Alasannya

benuanta.co.id, TARAKAN – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melalui Perwakilan Tarakan akan memberlakukan penyesuaian tarif pada lintasan Tarakan–Sebawang mulai 6 April mendatang.

Kebijakan ini diambil untuk menjaga keberlanjutan operasional kapal yang selama ini mengalami kerugian.

Kepala Perwakilan ASDP Tarakan Cabang Balikpapan, Abd. Gafur mengatakan, kenaikan tarif berkisar antara 10 hingga 20 persen. Penyesuaian ini hanya berlaku untuk lintasan komersial Tarakan–Sebawang.

Ia menjelaskan, rencana kenaikan tarif sebenarnya telah diajukan sejak tahun lalu, namun sempat ditunda karena bertepatan dengan momentum Natal dan Tahun Baru.

“Ini bukan karena isu kenaikan BBM, tapi memang sudah direncanakan sejak lama. Baru sekarang kita realisasikan,” ujarnya.

Menurutnya, kapal yang melayani lintasan tersebut selama ini terus mengalami kerugian dan bahkan sempat diusulkan untuk direlokasi ke daerah lain.

“Kalau tidak kita naikkan tarif, kapal ini bisa direlokasi. Padahal masyarakat sangat bergantung pada layanan ini,” katanya.

Dalam skema tarif terbaru, terdapat perubahan signifikan pada sistem pembelian tiket. Untuk sepeda motor, tarif yang sebelumnya sekitar Rp120 ribu kini menjadi Rp190 ribu, namun sudah termasuk penumpang.

“Jadi tidak dihitung lagi per orang. Pengemudi dan penumpangnya sudah masuk dalam satu tarif,” jelasnya.

Hal serupa juga berlaku untuk kendaraan roda empat. Tarif yang sebelumnya sekitar Rp900 ribu kini disesuaikan menjadi Rp1,3 juta, namun sudah termasuk hingga enam orang penumpang.

Begitu pula dengan kendaraan jenis minibus dan bus. Untuk minibus seperti HiAce, kapasitas penumpang yang sebelumnya terbatas kini bisa mencapai 12 orang tanpa tambahan biaya. Sedangkan bus besar, seluruh kursi hingga 36 penumpang sudah termasuk dalam tarif.

Ia menegaskan, kebijakan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas operasional sekaligus menghindari dampak yang lebih besar, seperti gangguan distribusi barang dan potensi inflasi.

“Kalau kapal ini tidak beroperasi, distribusi logistik bisa terganggu dan berpengaruh ke harga barang,” tuturnya.

Saat ini, pihaknya juga masih mempertahankan tarif pada lintasan lainnya dan belum ada rencana kenaikan dalam waktu dekat.

“Untuk lintasan lain belum ada. Kita fokus dulu di Tarakan–Sebawang,” pungkasnya.

Ke depan, ASDP juga membuka peluang pengembangan rute baru, termasuk konektivitas ke wilayah Sulawesi hingga Surabaya, guna meningkatkan layanan transportasi laut dari Tarakan. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *