benuanta.co.id, TARAKAN – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Tarakan memastikan distribusi MinyaKita tidak hanya untuk wilayah Kota Tarakan, tetapi juga mencakup Kabupaten Nunukan hingga Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
Kepala Perum Bulog Cabang Tarakan, Zamahsyari Afsolin, mengatakan penyaluran dilakukan secara bertahap untuk menjamin pemerataan pasokan di seluruh wilayah layanan.
“Untuk MinyaKita ini mencakup Tarakan dan Nunukan. Selain itu, kami juga geser dua kontainer ke Bulog Bulungan,” ujarnya.
Untuk wilayah Bulungan, distribusi dilakukan dalam dua tahap, yakni 20.000 liter pada tahap awal dan 21.000 liter pada pekan berikutnya. Jumlah tersebut diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan selama dua bulan.
Selain minyak goreng, Bulog Tarakan juga memiliki stok komoditas pangan lain, khususnya beras. Saat ini, stok beras medium tercatat sekitar 1.400 ton. Sementara itu, beras premium yang tersedia sekitar 1 ton, dengan tambahan pasokan sebanyak 40 ton yang masih dalam proses pengiriman dari Sulawesi.
Beras premium tersebut akan disalurkan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), yang bertujuan menjaga kestabilan harga di pasaran. “Beras premium akan kami distribusikan melalui SPHP, sama seperti minyak, disalurkan ke pasar dan kios mitra Bulog,” jelasnya.
Terkait harga, Bulog menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras premium sebesar Rp77.000 per kemasan 5 kilogram, sedangkan beras medium Rp65.500. Bulog juga mengimbau para mitra penyalur untuk tidak menjual di atas harga yang telah ditetapkan.
“Semua beras ada HET-nya, dan kami tekankan kepada mitra agar tidak melebihi harga tersebut,” tegasnya.
Agar mendapatkan beras maupun MinyaKita, masyarakat dapat membelinya di toko-toko yang telah terdaftar sebagai mitra Bulog, baik di pasar maupun melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di berbagai kelurahan.
Zamahsyari menambahkan, standar beras premium yang digunakan Bulog mengacu pada tingkat butir patah maksimal 15 persen. “Untuk beras premium acuannya di tingkat patahan, maksimal 15 persen,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina







