benunanta.co.id, NUNUKAN – Harga kebutuhan pokok di Pasar Yamaker, Kabupaten Nunukan, terpantau relatif stabil meski beberapa komoditas masih mengalami fluktuasi, terutama pada cabai dan telur.
Berdasarkan pantauan di Pasar Yamaker, harga bahan pokok utama seperti beras, gula, dan minyak goreng masih dalam kondisi terkendali. Untuk beras medium misalnya, berada di kisaran Rp14.000–Rp16.000 per kilogram, sementara telur ayam mencapai sekitar Rp60.000 per rak.
Namun demikian, komoditas hortikultura seperti cabai rawit masih menunjukkan pergerakan harga yang cukup signifikan. Kondisi ini dipengaruhi oleh pasokan dari luar daerah yang belum sepenuhnya stabil, mengingat sebagian besar kebutuhan pangan Nunukan masih bergantung dari daerah pemasok seperti Sulawesi.
Salah seorang pedagang di Pasar Yamaker Nurmiati (40) mengungkapkan bahwa kenaikan harga biasanya terjadi saat distribusi terganggu. Bahkan pada kondisi tertentu, harga cabai rawit bisa melonjak tinggi akibat keterlambatan kapal pengangkut sembako.
“Kalau pasokan terlambat, harga cabai bisa naik drastis karena stok di pasar terbatas,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Nunukan sendiri terus melakukan pemantauan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Langkah ini dilakukan agar masyarakat tidak terdampak signifikan oleh lonjakan harga, terutama menjelang hari besar keagamaan.
Bupati Nunukan, Irwan Sabri, sebelumnya menegaskan bahwa secara umum stok sembako di daerahnya masih aman dan mencukupi, meskipun ada sedikit kenaikan harga pada beberapa komoditas tertentu seperti cabai dan telur.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau tetap bijak dalam berbelanja serta tidak melakukan pembelian berlebihan, guna menjaga stabilitas harga di pasaran. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Ramli







