Rupiah Melemah di Kisaran Rp16.900–Rp17.000, Warga Nunukan Keluhkan Lonjakan Harga Bahan Pokok

benuanta.co.id, NUNUKAN – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih berada dalam tekanan. Berdasarkan data terbaru, kurs rupiah berada di kisaran Rp16.800 hingga mendekati Rp17.000 per dolar AS dalam beberapa waktu terakhir.

Data Bank Indonesia, rupiah sempat berada di level Rp16.934 per dolar AS pada pertengahan Maret 2026.

Kondisi ini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat di Kabupaten Nunukan, terutama terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok yang bergantung pada pasokan dari luar daerah maupun impor.

Seorang warga Nunukan, Rahmawati (38), mengaku harga sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.

“Kalau sekarang belanja terasa lebih mahal, apalagi barang yang didatangkan dari luar. Harga sembako naik sedikit-sedikit,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan pedagang sembako di Pasar Inhutani Nunukan, Ardi (45). Ia menyebut pelemahan rupiah berdampak pada biaya distribusi dan harga barang.

“Kalau dolar naik, otomatis harga dari distributor ikut naik. Kami juga terpaksa menyesuaikan harga jual,” katanya.

Sementara itu, pengamat ekonomi daerah, Ahmad Fauzi, menjelaskan pelemahan rupiah dipengaruhi oleh faktor global, termasuk ketidakpastian ekonomi dunia dan meningkatnya permintaan dolar AS.

“Rupiah saat ini memang masih tertekan. Secara nasional, ini dipengaruhi faktor eksternal seperti kondisi geopolitik dan arus modal keluar,” jelasnya.

Ia menambahkan, daerah perbatasan seperti Nunukan cenderung lebih cepat merasakan dampaknya karena ketergantungan pada barang impor, termasuk dari Malaysia.

Di sisi lain, Bank Indonesia terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar dan kebijakan moneter. Tekanan terhadap rupiah juga dipengaruhi kondisi global seperti konflik geopolitik dan arus investasi yang keluar dari negara berkembang.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam mengelola pengeluaran, sementara pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan bahan pokok tetap stabil agar tidak memicu lonjakan inflasi di wilayah perbatasan seperti Nunukan. (*)

Reporter: Soni Irnada

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *