benuanta.co.id, TARAKAN – PT Pertamina menanggapi masukan dari Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara) terkait ketersediaan fasilitas pembayaran non tunai di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Tarakan.
Melalui aplikasi MyPertamina, perusahaan energi tersebut menyatakan sebenarnya telah menyediakan berbagai metode pembayaran digital yang dapat digunakan konsumen saat melakukan transaksi pengisian bahan bakar.
Sales Branch Manager Kaltimut V Fuel PT Pertamina, Muhammad Naufal Atiyah, menjelaskan bahwa sistem pembayaran non tunai sebenarnya telah terintegrasi dalam aplikasi MyPertamina. Melalui aplikasi tersebut, konsumen dapat memilih berbagai metode pembayaran digital yang tersedia.
“Di kami itu ada aplikasi MyPertamina yang langsung terhubung, jadi ketika konsumen melakukan pembayaran metode di MyPertamina itu banyak,” ungkapnya, Selasa (10/3/2026).
Ia mengatakan, pada awalnya metode pembayaran di aplikasi tersebut memang masih terbatas. Namun seiring perkembangan sistem, saat ini MyPertamina telah mendukung berbagai dompet digital dan metode pembayaran lain.
“Dulu mungkin cuma LinkAja saja, tapi sekarang sudah bisa lewat GoPay, bisa DANA, bahkan bisa QRIS juga,” jelasnya.
Menurutnya, penggunaan MyPertamina juga merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memprioritaskan ekosistem layanan digital milik Pertamina dalam setiap transaksi di SPBU. Dengan demikian, proses pembayaran dapat tetap terintegrasi dengan sistem yang dimiliki perusahaan.
“Karena kami dari Pertamina tentu memprioritaskan brand kami terlebih dahulu untuk digunakan dalam proses transaksi jual beli,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui masukan dari DPRD Kaltara terkait penyediaan fasilitas pembayaran non tunai secara langsung di SPBU merupakan hal yang positif dan dapat menjadi bahan evaluasi bagi Pertamina. “Tapi ini juga jadi masukan yang bagus buat kami,” imbuhnya.
Sebagai tindak lanjut, Pertamina berencana melakukan rapat koordinasi dengan para mitra pengelola SPBU. Pertemuan tersebut akan membahas kemungkinan kerja sama dengan pihak perbankan untuk menyediakan sistem pembayaran non tunai secara langsung di SPBU.
“Dalam waktu dekat kami akan melakukan rapat koordinasi dengan mitra SPBU untuk mencari sekiranya SPBU tersebut akan bermitra dengan bank mana,” ujarnya.
Naufal menjelaskan kerja sama dengan perbankan juga mempertimbangkan berbagai aspek bisnis, termasuk potensi keuntungan bagi pihak bank maupun pengelola SPBU. Hal tersebut menjadi pertimbangan dalam menentukan bentuk kerja sama yang akan dilakukan.
“Dari pihak bank juga pasti melihat segmen pasar, apakah ketika bekerja sama dengan SPBU mereka bisa mendapatkan konsumen dan apakah bisa balik modal atau tidak,” terangnya.
Lebih lanjut, Naufal menyebutkan sistem MyPertamina saat ini juga masih dalam tahap evaluasi karena terdapat dua versi aplikasi yang digunakan di SPBU, yakni edisi lama dan edisi baru. Perbedaan sistem tersebut berpotensi memengaruhi ketersediaan metode pembayaran yang dapat digunakan oleh konsumen.
“Bisa jadi edisi lama ini belum mengakomodir semua metode pembayaran dan masih menggunakan LinkAja saja,” lanjutnya.
Karena itu, Pertamina berencana melakukan pemetaan terhadap sistem yang masih digunakan di SPBU untuk memastikan seluruh metode pembayaran digital dapat terakomodasi.
“Nanti dalam waktu dekat kita akan mapping sekiranya edisi mana yang masih lama dan belum diperbarui sehingga MyPertamina bisa mengakomodir semua pembayarannya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







