Antisipasi Calo, Syahbandar Wajibkan Pembelian Tiket Online

benuanta.co.id, TARAKAN – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan mewajibkan seluruh pembelian tiket untuk rute pelayaran via online. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi aktivitas penjualan tiket ilegal yang dilakukan oleh oknum atau calo.

Kepala KSOP Tarakan, Mukhlish Tohepaly melalui Kasi Lalu Lintas Angkutan Laut (Kasi Lala), Bernard Martin mengatakan, penjualan tiket secara online ini juga untuk sterilisasi area pelabuhan terutama yang menuju terminal penumpang.

Meski penerapan jual beli tiket berbasis online ini belum sepenuhnya, pihaknya mengatakan akan terus bertahap untuk merealisasikan peraturan baru tersebut.

“Masih ada yang beli manual tapi diupayakan online. Jadi tidak ada lagi manual,” katanya, Ahad (17/12/2023).

Ia juga meminta pada agen pelayaran agar menyiapkan website untuk penjualan tiket secara online. Tak kalah penting soal edukasi ke masyarakat, agar informasi pembelian tiket online dapat tersampaikan.

“Kalau ada yang masih jualan tiket di luar, produknya sudah harus sistem online. Tapi harus dipandu lah diajarin. Agar masyarakat ke depan bisa beli dengan tata cara pembelian di online,” jelasnya.

Diakui Bernard, saat ini masih banyak penumpang yang lebih memilih pembelian tiket manual dibandingkan tiket online. Terlebih ke depannya, penerapan sistem penjualan berbasis online ini akan lebih digalakkan. Apalagi, pola masyarakat saat ini, handphone menjadi salah satu yang banyak digunakan.

“Jangan sampai karena tidak beli online terus tidak bisa berangkat kan,” imbuhnya.

Dilanjutkannya, bagi masyarakat ketika menggunakan menggunakan jasa seseorang untuk memesankan tiket, harus memastikan identitas dalam tiket itu adalah dirinya, bukan identitas yang membeli tiket tersebut.

Jika memesan melalui perantara dan tiket bukan atas nama penumpang itu maka akan banyak permasalahan ke depan.

“Karena ada pengecekkan tiket sesuai identitas KTP. Mengenai jasa pembelian tiket itu (calo) selama merasa tidak ditipu dan aman saja ya tidak papa. Jangan sampai merasa rugi saja karena iming-iming calo itu,” beber Bernard.

Penertiban pembelian tiket ini juga sejalan dengan penataan kawasan Pelabuhan Malundung. Saat ini hanya penumpang yang memiliki tiket saja yang mendapatkan akses pelabuhan.

Saat inipun terdapat Petugas yang bertugas mengawasi ketat area pelabuhan. Pun dengan rute menuju dermaga, penumpang juga diantar menggunakan bus yang beroperasi di kawasan pelabuhan.

“Tapi tradisi mengantar atau menjemput penumpang itu kita pendekatannya bukan pendekatan yang terlalu keras. Kita humanis karena ini merubah tradisi yang dari dulu diantar sampai ke kapal. Kita mau merubah jadi ekslusif seperti di bandara,” pungkasnya.(*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *