Jelang Nataru, DPKP Kaltara Pastikan Pasokan Bahan Pokok Aman

benuanta.co.id, TARAKAN – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memastikan pasokan pangan untuk masyarakat Kaltara akan cukup hingga Hari Raya Natal dan Tahun baru (Nataru).

Meskipun terjadi lonjakan harga untuk beberapa komoditi seperti cabai merah keriting, cabai rawit merah, bawang putih dan bawang merah tetapi dipastikan akan memenuhi kebutuhan masyarakat Kaltara.

Kepala DPKP Kaltara, Heri Rudiyono mengungkapkan kenaikan harga komoditi tersebut memang sudah mulai terasa dari beberapa bulan yang lalu namun, semakin naik mendekati Nataru. Ia menyebutkan kenaikan harga tidak hanya terjadi di Kaltara saja tetapi kenaikan terjadi serentak di seluruh Indonesia.

“Kenaikannya tidak hanya di Kaltara saja tetapi secara nasional,” ujar Heri beberapa waktu lalu saat mengadakan kunjungan ke Kota Tarakan.

Berdasarkan laporan bulanan harga komoditi bahan pokok, beberapa komoditi tersebut cabai merah keriting di Bulungan, Kabupaten Tana Tidung (KTT) dan Tarakan seharga Rp 120 ribu per kilogram, Malinau ada di harga Rp 85 ribu per kilogram dan Nunukan yaitu Rp 93 per kilogramnya.

Cabai rawit merah untuk daerah Bulungan dan Malinau berkisar 150 ribu per kilogram, Nunukan Rp 114 ribu per kilogram, KTT dengan harga Rp 140 ribu per kilogram dan harga tertinggi di Kota Tarakan yaitu Rp 170 per kilogram.

Harga bawang merah di daerah Bulungan dan Malinau yaitu Rp 38 ribu per kilogram, Nunukan Rp 35 ribu per kilogram, KTT Rp 42 ribu per kilogram dan Tarakan Rp 34 ribu per kilogram. Sedangkan bawa putih, wilayah Bulungan seharga Rp 43 ribu per kilogram, Malinau Rp 28 ribu per kilogram, Nunukan Rp 35 ribu per kilogram, KTT Rp 45 ribu per kilogram sedangkan Tarakan Rp 38 ribu per kilogramnya.

Dikatakan Heri Rudiyono, terkait beras yang memang sudah beberapa waktu lalu mengalami kenaikan pihaknya sudah menyediakan pasokan untuk mengantisipasi kekosongan di perayaan Nataru. Kebutuhan bulanan kurang lebih 5.431 ton masih termasuk posisi aman untuk masyarakat Kaltara karena masih ada agen beras yang diimpor dari luar daerah.

“Ada beras yang memang dari Bulog, penyangga itu. Kemudian ada pedagang beras yang mendatangkan dari luar,” ungkapnya.

Dalam rangka menekan kenaikan harga komoditi yang terjadi menjelang Nataru pihaknya melakukan gelar pangan murah di setiap kecamatan yang ada di empat kabupaten dan kota di Kaltara. “Kami lakukan itu supaya tidak terlalu terdampak terhadap kenaikan harga itu,” ujarnya.

Terkait penekanan harga cabai pihaknya melakukan program pemberian benih cabai untuk mengantisipasi inflasi kenaikan harga cabai. Menurutnya, stok saat ini tersedia dan mencukupi kebutuhan masyarakat Kaltara. “Tinggal kita menjaga harga supaya tidak ada kenaikan yang terlalu berdampak,” pungkasnya.(*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *