Banjir Bandang, Padi Sawah di Krayan Diprediksi Gagal Panen

benuanta.co.id, NUNUKAN – Banjir bandang beberapa minggu lalu yang melanda di wilayah Krayan Kabupaten Nunukan, menyebabkan sawah petani diprediksi gagal panen.

Kasubdit Rehabilitasi dan Rekontruksi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, Mulyadi menyampaikan sawah yang terdampak di wilayah Krayan dipastikan gagal panen.

“Mereka akan merasakan dampaknya di 6 bulan ke depan,” kata Mulyadi, kepada benuanta.co.id, Selasa, 17 Oktober 2023.

Lanjutnya, saat ini warga masih memiliki stok beras, karena saat ini mereka baru menanam namun gagal panen, ini penyebab terjadinya krisis pangan.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan, Muhtar mengatakan memang ada beberapa petani di Krayan mengalami gagal panen, tapi disisi lain ada yang mempersiapkan untuk satu tahun beras di lumbungnya. Hal ini dilakukan agar persediaan tetap ada untuk dikonsumsi sehari-hari.

Terkait krisis pangan akibat musibah yang terjadi di wilayah Krayan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Ketahanan Pangan RI, dan telah menyalurkan bantuan beras sebanyak 1, 2 ton, untuk dibagikan kepada masyarakat Krayan yang terdampak banjir.

“Pengiriman dilakukan dua kali melalui Kota Tarakan dengan menggunakan transportasi udara,” kata Muhtar kepada benuanta.co.id.

Setiap kepala keluarga yang terdampak akan mendapatkan beras seberat 10 kg, setiap bulannya hingga November.

Selain bantuan dari Pemerintah Pusat, ada juga dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, namun ongkos kirimnya cukup tinggi karena dihitung per kilogram setiap barang.

“Kita bayar itu Rp 27.000 per kilo, ada bantuan pupuk cair  Rp 20.000, tambah Rp.15.000 jadi Rp.35.000, harganya membengkak makanya kita carikan solusi,” pungkasnya.(*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *