benuanta.co.id, BULUNGAN — Perekonomian Kalimantan Utara (Kaltara) tumbuh 4,61 persen secara tahunan (year on year) pada triwulan III 2025. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan didorong oleh percepatan sejumlah proyek strategis nasional.
Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Kaltara, Ika H. Novianti, mengatakan akselerasi pembangunan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Kabupaten Bulungan menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, investasi swasta juga berkontribusi memperkuat aktivitas ekonomi provinsi termuda di Indonesia tersebut.
“Dari sisi makro ekonomi, Kaltara mencatat pertumbuhan 4,61 persen pada triwulan III 2025,” katanya.
Dari sisi stabilitas harga, inflasi Kaltara pada November 2025 tercatat sebesar 2,72 persen secara tahunan. Sementara itu, neraca perdagangan hingga Oktober 2025 mencatat surplus sebesar 68,77 juta dolar Amerika Serikat.
Meski demikian, Ika menilai penguatan daya beli masyarakat dan pemerataan pembangunan masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan sisi pasokan agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dan berkelanjutan.
Kaltara memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi hijau. Sekitar 86,90 persen wilayahnya masih berupa tutupan lahan hutan, baik primer maupun sekunder, serta terdapat 13 kesatuan hidrologis gambut dengan luas mencapai 347.541 hektare.
Selain itu, provinsi ini menyimpan potensi energi terbarukan yang signifikan, antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Air Kayan dengan kapasitas hingga 9.000 megawatt, serta peluang pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya dengan rata-rata radiasi matahari sekitar 4–5 kilowatt jam per meter persegi per hari.
Menurut Ika, optimalisasi potensi tersebut membutuhkan peran aktif pemerintah dalam menarik investor, termasuk melalui pemberian insentif fiskal bagi pelaku usaha yang berminat menanamkan modal di sektor energi bersih. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Yogi Wibawa







