benuanta.co.id, BULUNGAN – Perekonomian Kalimantan Utara (Kaltara) sepanjang 2025 menunjukkan kinerja positif di tengah dinamika ekonomi regional dan nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara mencatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 156,03 triliun, dengan PDRB per kapita sebesar Rp 208,21 juta.
Kepala BPS Kaltara, Mustaqim, mengatakan ekonomi Kaltara pada 2025 tumbuh sebesar 4,56 persen. “Pertumbuhan ekonomi Kaltara didorong oleh hampir seluruh lapangan usaha, kecuali pertambangan dan penggalian serta administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial,” katanya Sabtu, (7/2/2026).
Dari sisi produksi, lapangan usaha konstruksi menjadi penopang utama dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 11,17 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi tercatat pada Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) yang tumbuh 5,74 persen, mencerminkan masih kuatnya daya beli masyarakat.
Pada Triwulan IV-2025, ekonomi Kaltara tercatat tumbuh 5,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year). Menurut Mustaqim, sektor konstruksi kembali menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan mencapai 14,38 persen.
“Dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto atau PMTB tumbuh paling tinggi sebesar 6,49 persen, menunjukkan aktivitas investasi yang masih terjaga,” jelasnya.
Secara kuartalan, ekonomi Kaltara Triwulan IV-2025 tumbuh 3,84 persen dibandingkan Triwulan III-2025 (quarter-to-quarter). Pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi terjadi pada lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial yang melonjak 15,90 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 26,06 persen. Dalam konteks regional Kalimantan, Mustaqim menjelaskan kontribusi ekonomi Kaltara masih menjadi yang terkecil.
“Secara spasial, struktur ekonomi Pulau Kalimantan masih didominasi Kalimantan Timur dengan kontribusi 46,31 persen, sementara Kaltara berkontribusi 8,13 persen,” ujarnya.
Meski demikian, kinerja ekonomi antarprovinsi menunjukkan dinamika yang beragam. Kalimantan Barat tercatat sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Kalimantan pada 2025, yakni 5,39 persen secara kumulatif tahunan (c-to-c).
Mustaqim menilai capaian ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian Kaltara ke depan, meski tetap diperlukan penguatan sektor-sektor produktif agar pertumbuhan lebih merata dan berkelanjutan. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Ramli







