Dugaan Asusila Libatkan Pelajar, Dinas Pemberdayaan Lakukan Pendampingan Korban

benuanta.co.id, TARAKAN – Kasus dugaan asusila kembali terjadi di kalangan pelajar Kota Tarakan. Kejadian tak terpuji ini dilakukan oleh sekelompok pelajar yang ada di salah satu SMA Juata Tarakan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (DP3A-PPKB), Hj. Maryam membenarkan kejadian tersebut. Saat ini pihaknya baru melakukan pendampingan terhadap korban.

“Kita dampingi dari segi psikolog dulu, saat ini kita juga belum tahu apakah pelaku sudah ditarik apa belum,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu (10/12/2022).

Baca Juga :  Begini Mekanisme Pembagian MBG Selama Ramadan di Tarakan

Ia menguraikan korban saat ini ada satu orang dan empat pelaku. Ketiga pelaku merupakan satu sekolah dengan korban dan satu pelaku masih duduk di Sekolah Menengah Pertama.

“Dari psikolog sih masih pendampingan, lebih banyak diam, takut waktu kita ketemu di PPA Polres Tarakan,” sebutnya.

Korban saat ini sudah mulai masuk sekolah, namun sempat beberapa hari saat pendampingan korban diistirahatkan dari sekolah.

Baca Juga :  Akses Darurat Dinilai Sulit, Ribuan Warga Ajukan Pelebaran Jalan Belakang BRI

Kejadian ini disinyalir terjadi pada awal bulan November 2022 kemarin. Maryam melanjutkan, pada saat itu ditangani pihak sekolah namun karena korban merasa takut akhirnya memutuskan untuk lapor ke Polres Tarakan.

“Penyelidikannya Polres, cuma sudah visum apakah disetubuhi atau tidak tetap Polres Tarakan yang tahu. Pengakuan korban baru kali itu, korban merasa takut,” tuturnya.

Baca Juga :  DKPP Tarakan Pastikan Kebutuhan Pangan Jelang Idulfitri Aman, Cabai dan Bawang Jadi Perhatian

Tindakan dugaan asusila ini juga sempat dibenarkan pihak kepolisian Unit PPA Polres Tarakan. Namun belum terdapat informasi lebih lanjut dari pihak kepolisian karena masih membutuhkan penyelidikan dan juga pengembangan. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *