benuanta.co.id, TARAKAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan mengawal langsung usulan pelebaran akses jalan di samping kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Tarakan, menyusul aspirasi masyarakat Kelurahan Selumit Pantai yang membutuhkan akses jalan lebih layak bagi ribuan warga.
Ketua Komisi I DPRD Kota Tarakan, Adyansa menjelaskan, pertemuan bersama warga dan pihak BRI dilakukan setelah DPRD menerima serapan aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui para Ketua Rukun Tetangga (RT) di wilayah belakang kantor BRI, Kelurahan Selumit.
Ia menyebut, para RT yang hadir merupakan perwakilan masyarakat yang bermukim di kawasan tersebut dan selama ini menggunakan akses jalan di samping kantor BRI sebagai jalur utama aktivitas warga.
“Kurang lebih ada sekitar 12 ribu masyarakat yang keluar masuk melalui jalan ini. Karena kebetulan bangunan BRI sedang dibongkar, masyarakat mengusulkan agar sebagian lahan bisa digunakan untuk pelebaran jalan supaya akses tidak terlalu sempit,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Menurutnya, kondisi jalan yang ada saat ini dinilai menyulitkan mobilitas warga, terutama dalam situasi darurat seperti warga sakit maupun ketika terjadi peristiwa kedukaan yang membutuhkan akses kendaraan secara cepat.
Ia menegaskan DPRD Kota Tarakan hadir bersama pemerintah daerah untuk mencari solusi terbaik dengan melibatkan instansi teknis, seperti Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta pihak pertanahan guna memastikan proses pelebaran memiliki dasar hukum yang jelas.
Ia juga berharap, pihak BRI dapat mempertimbangkan pemberian sebagian kecil lahannya, bahkan melalui mekanisme hibah, demi kepentingan masyarakat luas.
“Kalau memang pihak BRI berkenan menghibahkan lahannya, apalagi ini menjelang bulan Ramadan, tentu jalan ini akan digunakan masyarakat puluhan tahun dan menjadi manfaat besar bagi warga,” ungkapnya.
Dirinya menegaskan, seluruh hasil pembahasan nantinya akan disampaikan secara resmi kepada manajemen pusat BRI agar keputusan terkait pelebaran jalan dapat segera ditetapkan.
“Setelah ukuran dan izin jelas, tidak ada lagi persoalan di belakang hari. Harapannya BRI dapat memberikan sebagian lahannya untuk kepentingan masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Bank Rakyat Indonesia Tarakan, Arief Budiman menyampaikan, pihaknya telah menghentikan sementara pekerjaan pembangunan pagar kantor baru sambil menunggu keputusan dari kantor pusat BRI.
Ia menjelaskan proses yang dilakukan saat ini baru sebatas pembongkaran bangunan lama, sedangkan pembangunan lanjutan belum dilaksanakan guna menghindari persoalan di kemudian hari.
“Pembongkaran sudah dilakukan, tetapi pembangunan pagar kami hentikan sementara sampai ada keputusan dari kantor pusat. Area tersebut untuk sementara akan ditutup sambil menunggu hasil koordinasi,” jelasnya.
Arief menambahkan, pihak BRI saat ini juga tengah mengejar target penyelesaian pembangunan kantor baru karena kantor operasional yang digunakan di Jalan Mulawarman dinilai sudah sempit dan kurang memadai untuk pelayanan nasabah.
Pihaknya pun meminta agar Pemerintah Kota Tarakan dapat menyurat secara resmi untuk permohonan lahan tersebut. Mengingat kewenangan ada di BRI pusat sehingga perlu surat resmi untuk mempermudah proses pembangunan gedung baru maupun jalan jika di setujui oleh BRI Pusat.
“Semoga suratnya bisa kami terima mungkin secepatnya Supaya kami bisa mengusulkan atau memohon ke pusat BRI,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina







