benuanta.co.id, BULUNGAN – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara) Ladullah, mengajak pelajar sekolah menengah pertama (SMP) di wilayahnya memanfaatkan peluang melanjutkan pendidikan ke Sekolah Unggul Garuda Kaltara yang dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026.
Sekolah bertaraf internasional itu akan menerima siswa melalui seleksi nasional. Ladullah menilai, kehadirannya menjadi kesempatan besar bagi generasi muda, terutama yang tinggal di kawasan perbatasan, untuk mengakses pendidikan berkualitas tanpa harus keluar daerah.
“Ini kesempatan yang sangat baik bagi anak-anak Kaltara. Kita berharap para siswa berprestasi dari berbagai daerah dapat memanfaatkan peluang ini dengan mendaftarkan diri,” katanya, Rabu (25/3/2026).
Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah pusat menghadirkan Sekolah Unggul Garuda di Kaltara. Menurut dia, program tersebut merupakan strategi pemerataan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah perbatasan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
Sekolah Unggul Garuda diketahui hanya dibangun di empat daerah, yakni Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Belitung Timur. Di Kaltara, sekolah ini berdiri di atas lahan sekitar 20 hektare di kawasan Kota Baru Mandiri, Kabupaten Bulungan.
Institusi ini dirancang sebagai sekolah berstandar internasional dengan fokus pada pengembangan sains dan teknologi, serta penguatan karakter kebangsaan. Seluruh fasilitas pendidikan disediakan secara gratis bagi siswa terpilih.
Kurikulum yang diterapkan merupakan perpaduan antara standar nasional dan global. Selain itu, sekolah mengusung konsep berasrama dengan fasilitas modern, termasuk laboratorium sains dan teknologi serta sistem pembelajaran intensif.
Pembangunan sekolah di Tanjung Selor itu didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai antara Rp233 miliar hingga Rp350 miliar. Pemerintah menargetkan proyek tersebut rampung tepat waktu agar dapat menerima siswa baru pada 2026.
Pengelolaan Sekolah Unggul Garuda berada di bawah pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Seleksi dilakukan secara nasional dengan tetap menyediakan kuota khusus bagi masyarakat lokal.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus menyiapkan generasi muda yang mampu bersaing di tingkat global. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina







