benuanta.co.id, TARAKAN – Komisi III DPRD Kaltara yang membidangi Pembangunan Daerah dan Energi, menilai langkah Gubernur Kaltara, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, SH., M.Hum sangat cepat dan tepat dalam memperjuangkan ribuan sertifikat tambak.
Menurut Sekretaris Komisi III DPRD Kaltara, Jufri Budiman, S.Pd, Gubernur Kaltara telah menepati janji politiknya semasa kampanye. Jufri Budiman pun mengatakan pihaknya tentu mendukung dan mengawal progres tersebut.
“Itu luar biasa, artinya janji dan kinerja Gubernur Kaltara sudah dijalankan. Kalau bisa dalam 3 tahun masa periode ini semua sertifikat tambak di Kaltara harus dituntaskan,” terang Jufri kepada benuanta.co.id, Kamis 11 November 2021.
Politisi yang juga dipercayakan sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kaltara itu menerangkan, masyarakat dan petani tambak harus dibantu dan diberi kemudahan agar lahan tambak yang ada di Kaltara memiliki legalitas dan perlindungan.
“Kita harapkan semua petani tambak dapat dapat diperjuangkan sertifikat tambaknya, agar mereka memliki hak atas tambaknya. Sertifikat itu juga dapat membuka jalan mereka untuk menerima bantuan, perizinan dan segala urusan yang meningkatkan produktivitas tambak tersebut,” ujar mantan Ketua HIPMI Tarakan itu.
Sebelumnya, Gubernur Zainal telah memperjuang sertifikasi tambak tersebut melalui pertemuan dengan Kepala Kantor Wilayah Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kalimantan Timur, Andi Asnaedi, Kamis, 14 Oktober 2021 guna menindaklanjuti kedatangan Wakil Menteri ATR/BPN pada bulan Maret lalu.
“Sertifikat tambak milik masyarakat sudah jadi, jumlahnya sekitar 1.500 sertifikat,” terang Gubernur Kaltara kepada benuanta.co.id, Jumat 5 November 2021.
Zainal pun mengupayakan agar pembagian sertifikat nantinya langsung diserahkan oleh Presiden Joko Widodo saat kunjungannya ke Kaltara pada akhir November atau awal Desember.
“Agenda presiden selain meninjau KIPI di di Tanah Kuning dan Mangkupadi juga membagi sertifikat tambak masyarakat. Kalau beliau setuju akan dilakukan pada lokasi itu, nanti perwakilan masyarakat akan kita undang,” ujar Zainal.
Dirinya bersama Wakil Gubernur Kaltara, Dr. Yansen TP, M.Si berkomitmen agar secara bertahap, seluruh tambak di Kaltara dapat memiliki sertifikat.
“Sertifikat tambak sudah sekitar 1.500 yang jadi. Semuanya bertahap semoga 1 sampai 2 tahun dapat selesai. Satu sertifikat itu sekitar 24 hektare,” tutup Gubernur. (*)
Reporter : Kristianto Triwibowo
Editor : Yogi Wibawa







