benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Terima kunjungan dari delegasi investor asal Korea Selatan, Asia Myko Global, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berpeluang besar menjadi pusat energi bersih baru di Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, Asia Myko Global diwakili oleh Kim Byo Ang Yeel, Jakson Situmorang, dan Jefry Roy James menawarkan investasi besar senilai USD 120 juta atau setara Rp 1,8 triliun. Dana jumbo ini akan digunakan untuk membangun industri pengolahan bioetanol berbasis mikroalga (rumput laut) di lahan seluas 40 hektare per titik industri.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, Ferry Ferdinand Bohoh mengatakan pihaknya sangat menyambut baik rencana investasi ini. “Rencana investasi mereka lebih kurang 120 juta dolar AS. Ini sedang kita pelajari secara komprehensif. Harapannya, bisa segera diteken MoU bersama Pak Gubernur,” kata Ferry Ferdinand Bohoh pada Senin, 7 Juli 2025.
Ia menjelaskan rencana investasi ini sudah dibahas sejak tahun 2024 lalu. Di mana Pemprov Kaltara bersama Asia Myko Global sudah melakukan tinjauan lapangan untuk mengukur potensi nilai investasi. “Di tahun lalu kita sudah melakukan tinjauan lapangan secara bersama-sama, oleh sebab itu pihak Asia Myko Global sudah memiliki gambaran dari nilai investasinya,” bebernya.
“Sekarang dari pihak kita yang mempelajari proposal investasi mereka, karena kita juga harus memperhitungkan segala potensi dan non potensinya,” lanjutnya.
Dalam rencana investasi ini, Ferry sapaannya menerangkan pihak Asia Myko Global akan mengusulkan skema kerja sama Build, Operate, Transfer (BOT). Dalam artian pihak investor akan membangun dan mengoperasikan industri tersebut selama sekitar 30 tahun. Setelah itu, seluruh aset akan diserahkan kepada pemerintah daerah.
“Proses konstruksi direncanakan selesai dalam waktu 1,5 tahun sejak dimulainya proyek dan kita juga sangat berterima kasih kepada pihak Asia Myko Global yang sudah mau berinvestasi di Kaltara,” pungkasnya. (*)
Reporter: Osarade
Editor: Endah Agustina







