benuanta.co.id, NUNUKAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nunukan terus mendorong sekolah-sekolah untuk mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan. Dorongan ini disampaikan bersamaan dengan penyerahan penghargaan Adiwiyata tingkat Kabupaten Nunukan kepada sepuluh sekolah yang dinilai aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan membangun bank sampah di lingkungan sekolah.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Nunukan, Muhammad Irfan Akmad, menegaskan bahwa penghargaan Adiwiyata bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga upaya memperkuat komitmen sekolah dalam pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
“Kita ada penyerahan Adiwiyata kabupaten, penghargaan ini diberikan kepada sekolah yang juga mendirikan bank sampah di sekolah. Kami berharap ke depan bisa dibuatkan pengolahan sampah di sekolah-sekolah,” kata Irfan Akmad, Jumat (22/8/2025).
DLH juga memberikan perhatian khusus kepada SMPN 1 Nunukan, yang diharapkan bisa menjadi pelopor dalam pemilahan dan pengelolaan sampah secara mandiri.
“Kami sudah koordinasi dan menargetkan teman-teman dari SMPN 1 Nunukan agar sampah organik, sampah plastik, dan sampah lainnya dipisahkan. Harapan kami, sampah ini bisa dikelola langsung di tempat, bila perlu, tidak ada lagi sampah yang masuk ke TPA,” tegas Irfan.
Menurutnya, pengelolaan sampah melalui bank sampah atau Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di lingkungan sekolah tidak hanya mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga menjadi media edukasi penting bagi para siswa.
“Pengelolaan mandiri seperti ini bisa menumbuhkan budaya peduli lingkungan sejak dini,” tutupnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Yogi Wibawa







