benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bulungan terus mendorong masyarakat dalam berperan aktif menghadapi tantangan perubahan iklim, mulai dari pengelolaan sampah hingga penghijauan di lingkungan sekitar.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH) DLH Bulungan, Kahardiansyah, mengatakan bahwa adaptasi pada perubahan iklim tidak bisa hanya mengandalkan kepada pemerintah. Diperlukan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
“Langkah kecil yang dilakukan di rumah, seperti memilah sampah, menanam pohon, atau membuat biopori dan penampungan air hujan, akan berdampak besar bila dilakukan bersama-sama,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).
DLH Bulungan saat ini terus memperluas Program Kampung Iklim (Proklim) program nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang sejalan dengan visi Kabupaten Bulungan dalam peningkatan kualitas lingkungan hidup.
Sejak tahun 2024, adapun enam desa dan kelurahan yang telah resmi bergabung dalam Proklim, yaitu Tanjung Palas Hulu, Tanjung Palas Hilir, Tanjung Selor Timur, Bunyu Barat, Bunyu Timur, dan Pejalin. Pemerintah daerah menargetkan jumlah itu meningkat menjadi 10 desa pada tahun 2025.
“Tiap desa difokuskan pada kegiatan penghijauan, pengelolaan sampah terpadu, dan juga penerapan teknologi ramah lingkungan. Untuk wilayah yang kesulitan air bersih, kami dorong penerapan teknologi biopori dan panen air hujan,” jelasnya.
Lebih lanjut, pada tahun 2026, DLH Bulungan berencana memperluas penerapan teknologi biopori di fasilitas umum serta menggencarkan edukasi tentang ‘panen hujan’ di tingkat masyarakat agar warga dapat memanfaatkan sumber daya alam secara efisien.
Upaya dalam program tersebut mendapat dukungan masyarakat. Banyak warga mulai mengubah kebiasaan sehari-hari, dari bersepeda untuk mengurangi polusi hingga memanfaatkan pekarangan rumah sebagai ruang hijau produktif. Dari langkah kecil inilah, perubahan besar menuju Bulungan yang berkelanjutan mulai tumbuh.
Kahardiansyah menegaskan keberhasilan program ini sangat bergantung pada kemauan bersama untuk berubah. Ia berharap semangat peduli lingkungan dapat tumbuh dari rumah tangga hingga tingkat desa.
“Kalau semua bergerak, hasilnya akan terasa. Kita ingin Bulungan menjadi daerah yang hijau, sehat, dan tangguh dalam menghadapi dampak perubahan iklim,” tutupnya. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







