TANJUNG SELOR – Narkotika menjadi musuh semua orang, karena sangat merusak generasi muda. Dengan wilayah Kalimantan Utara yang begitu luas, membuat beberapa tempat yang tidak terjangkau petugas kerap digunakan untuk menyelundupkan narkoba.
“Pintu masuk dari Malaysia ke Indonesia khususnya Kaltara terbuka luas. Selain menjadi tempat tujuan juga sebagai tempat transit,” ungkap Kapolda KaltaIrjen Pol Indrajit melalui Direktur Resnarkoba Polda Kaltara AKBP Agus Yulianto kepada benuanta.co.id
Beberapa hari lalu jajarannya telah menangkap hampir 1 kilogram sabu lagi di Sebatik Nunukan. Itu menandakan sabu-sabu begitu mudah masuk, untuk itu pihaknya meminta kerja sama masyarakat dalam memberikan informasi.
“Untuk itu saya tekankan Polres jajaran, hingga polsek agar menjalin hubungan baik agar bisa memberantas narkoba. Di Tarakan juga kita amankan sabu 1 kilogram ditambah dari Nunukan sebanyak 950 gram lebih,” ucapnya.
Dari 2 tangkapan ini pihaknya terus melakukan pengembangan dan mencari pemasoknya. Sebagai pejabat baru di Direktorat Resnarkoba, targetnya melakukan pengungkapan sebanyak-banyaknya.
“Target saya sebanyak-banyaknya, bukan hanya pemakai saja yang saya ungkap, tapi jaringan dan bandarnya. Karena yang kita amankan ini baru 2 orang dari BB hampir 2 kilogram,” jelasnya.
Dia menambahkan, dari Januari hingga Juni 2020, Ditresnarkoba baru 1 orang yang masuk daftar pencarian orang (DPO) dilakukan pengejaran. “Baru 1 DPO yang kita kejar,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: M. Yanudin








Klau bisa no pimpinan pusat d beritahu agar kmi msyrakat bisa lpor kn .klau cm lpor d tmpt bnyk nda enk