benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tengah tancap gas memoles wajah infrastruktur olahraga di bumi Benuanta.
Tak tanggung-tanggung, tiga wilayah sekaligus yakni Nunukan, Kabupaten Tana Tidung (KTT), dan Tarakan menjadi fokus utama peningkatan sarana dan prasarana (sapras) tahun ini.
Langkah ini diambil sebagai bentuk sinergi antara pemerintah eksekutif dan legislatif melalui dana hibah pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Kaltara guna mendongkrak prestasi atlet lokal.
Kepala Bidang Olahraga Dispora Kaltara, Muhammad Husni, mengungkapkan bahwa anggaran untuk proyek-proyek tersebut sudah tersedia dan siap dieksekusi. Pembangunan ini mencakup berbagai cabang olahraga (cabor) unggulan yang memiliki basis massa besar di masyarakat.
“Peningkatan fasilitas di tiga wilayah tersebut Sebatik (Nunukan) ada peningkatan lapangan Voli, Tarakan perbaikan sarana prasarana sepatu roda. Kabupaten Tana Tidung ada Gedung Serba Guna (Bulutangkis),” bebernya.
“Untuk di Tarakan itu kemarin perbaikan sapras untuk sepatu roda dari Pak Adhinata. Kalau di Nunukan (aspirasi) Ibu Tamara, dan di KTT dari Ibu Feny,” tambahnya.
Meskipun anggaran bersumber dari hibah, Husni menegaskan, pihaknya tidak akan lepas tangan. Dispora Kaltara berkomitmen untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev) secara berkala guna memastikan pembangunan sesuai dengan proposal yang diajukan.
“Namanya hibah ini, tetap yang bertanggung jawab adalah penerimanya. Kami dari Dispora sebagai penanggung jawab anggaran tetap melakukan monitoring administrasi dan kelengkapan berkas di lapangan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Husni menjelaskan bahwa perbaikan infrastruktur ini bukan sekadar pembangunan fisik semata. Hal ini merupakan bagian dari strategi besar untuk menunjang pembinaan atlet di tingkat provinsi.
“Dengan peningkatan sapras ini, diharapkan bisa menunjang pembinaan yang kami jalankan juga di tingkat provinsi. Kami melihat potensi besar di kabupaten kota yang harus didukung dengan fasilitas mumpuni,” tutup Husni. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina







