benuanta.co.id, BULUNGAN – Mengingat anggaran yang minim, tidak banyak yang dapat dikerjakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) di tahun 2022 ini, yang menjadi fokusnya melakukan Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan terhadap pemindahan pelabuhan barang.
Kepala Dishub Kaltara Ahmad Hairani mengatakan tidak ada kegiatan fisik kecuali dari perencanaan studi kelayakan dari pelabuhan baru yang akan dibangun.
“Semua bidang di Dishub tahun ini tidak ada kegiatan. Fokusnya kami di bidang pelayaran berupa studi kelayakan di pelabuhan baru,” ucap Ahmad Hairani kepada benuanta.co.id, Jumat 4 Februari 2022.
Kata dia, lokasinya masih survey yang jelas mengarah ke hilir Selimau salah satunya di wilayah Salangketo. Hal ini lantaran mencari wilayah yang memiliki kedalaman sungai yang tidak membuat kapal barang kandas. Hasil survei yang dilakukan bersama Gubernur Kaltara beberapa waktu lalu ada sungai kedalamannya yang ideal.
“Karena pelabuhan yang ada sudah ada pendangkalan sehingga kapal sering kandas. Kita saat ini mencari alternatif yang terbaik,” ujarnya.
Pihaknya belum memastikan studi kelayakan ini memiliki target berapa lama. Pasalnya saat ini tengah melakukan penyusunan. “Untuk waktunya belum kita tahu sampai kapan,” bebernya.
Selain rencana studi kelayakan, pihaknya tahun ini fokus pada operasional kantor. Mantan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltara ini menuturkan anggaran yang diperoleh dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2022 terbilang minim. “Anggaran kita hanya mencapai Rp 500 juta saja,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli







