benuanta.co.id, NUNUKAN – Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan mengumpulkan tokoh Tidung sebelum merampungkan kamus Bahasa Tidung, yang nantinya akan direncanakan diluncurkan pada November 2022 mendatang dengan penerbitan perdana sebanyak 30 buku.
Kepala Bidang Ketenagaan Kurikulum Sastra dan Perizinan Dinas Pendidikan, Asnawi mengatakan, setelah berkoordinasi dengan tenaga ahli akademik di Samarinda sehingga mereka akan melanjutkan kegiatan tersebut untuk mengumpulkan pakar suku Tidung untuk membentuk kamus Bahasa Tidung.
“Kita merencanakan kamus itu akan diluncurkan pada bulan November mendatang,” kata Asnawi, kepada benuanta.co.id, Ahad (12/6/2022).
Setelah mengumpulkan dengan dewan pakar suku Tidung selanjutnya akan dilakukan pertemuan dengan tenaga ahli akademik dari Samarinda, lalu nanti akan membuat tim melakukan pembuatan buku kamus suku Tidung.
Pembuatan buka kamus ini diawali dari bahan Tidung, untuk tahun berikutnya Bahasa Dayak Agabak, dan akan dilanjutkan Bahasa Dayak Lundayeh yang nantinya akan masuk ke rumpun bahasanya.
“Untuk anggaran yang kita sediakan sebesar Rp 100 juta, ini baru kamus bahasa Tidung,” jelasnya.
Selain itu, bahasa daerah lokal tidak boleh dilupakan sehingga dengan begitu Dinas pendidikan melalui bidang ketenagaan kurikulum sastra dan perizinan, membuat sebuah kamus yang nantinya akan diberikan pembelajaran di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Kita menginginkan bahas lokal itu, hidup dari orang-orang yang datang dari luar, walaupun beragam suku yang ada di Nunukan tapi mereka tau bahasa rumpun kita di Nunukan adalah Tidung, Agabak, dan bahasa Dayak Lundayeh, hal itu dilakukan untuk memperkaya hasana bahasa yang ada di Nunukan,” ujarnya.
Lanjut dia, bahasa Tidung lebih dominan bertutur bahasa sebagai bentuk warisan cerita dongeng, baca-baca doa itu tidak terlepas dari tuturan, dia melihat minim sekali tulisan. Dengan mengenal bahasa tersebut jendela berpikir lebih terbuka mengenal bahasa lokal.
“Sebanyak 30 buku akan kita terbitkan pertama dan nantinya akan kita sebar di seluruh perpustakaan sekolah yang mudah terjangkau,” terangnya.
Sebagai projek pertama akan dilakukan di SD Negeri 6 Dan SMP Negeri 3 Nunukan, karena wilayah ini berdekatan dengan Rumah Adat Tidung.
Riswan (25) warga Binusan, menyambut rencana Dinas pendidikan Kabupaten Nunukan tersebut. Upaya ini bisa disebut dalam melestarikan budaya lokal di Nunukan maupun Kaltara. Karena banyak anak-anak putra daerah saat ini bahas mereka sendiri tidak lagi mereka bisa ucapan, tentu dengan adanya kamus mereka bisa tau tutur berbahasa.
“Itu merupakan hal yang baik dan positif, banyak bahasa lokal yang terlupakan, dengan begitu anak-anak bisa mengingat dan mengetahui apa saja bahasa lokal itu hingga budayanya,” pungkas Riswan. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







