benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltara mengapresiasi gelaran dua pesta adat besar yang dilaksanakan di Kabupaten Malinau dan Kota Tarakan.
Kepala Dispar Kaltara, Njau Anau mengatakan, terlaksananya dua pesta adat Iraw di dua daerah berbeda sangat sukses mengangkat kembali nama kebudayaan Kaltara dan menarik wisatawan lokal ataupun wisatawan luar daerah untuk berkunjung ke Kaltara. Di mana semenjak dua kegiatan ini digelar, animo wisatawan terus mengalami peningkatan.
“Ada sesuatu yang berbeda saat dua event kebudayaan ini digelar, mengingat selama dua tahun ini tidak ada event pesta adat Iraw akibat pandemi Covid-19. Sehingga tidak mengherankan jika Iraw menjadi salah satu event yang paling dinantikan oleh masyarakat Kaltara,” kata Njau Anau, pada Senin, 9 Oktober 2023.
Tak hanya sukses kembali mengangkat citra kebudayaan Kaltara, event Iraw juga mampu menggerakan perekonomian pelaku UMKM.
Pasalnya selama event irau ini dibuka, transaksi jual-beli di masyarakat terus terjadi dengan cepat, sehingga hal ini juga berimbas terhadap nilai jual produk lokal Khas Kaltara.
“Dari kuliner hingga kerajinan tangan semua diburu oleh para wisatawan, oleh karena tidak mengherankan jika pelaku UMKM akan semakin hidup selama event Iraw ini berlangsung,” ujarnya.
“Hal ini belum ditambah dengan kunjungan wisatawan ke destinasi wisata lokal, penginapan hingga penggunaan transportasi umum,” tambahnya.
Tak hanya itu, menurut Njau Anau, peningkatan perrkonomian ini bisa terus meningkat dalam beberapa waktu ke depan. Mengingat masih ada event kebudayaan besar lainnya lagi yang belum digelar.
“Kita optimis dengan 3 event Irau yang akan menyusul, karena pada umumnya konsepnya sama dan tujuan pasarnya juga sama yakni mempromosikan potensi lokal kita dan membuat aktivitas ekonomi kita terus bergerak,” pungkasnya. (*)
Reporter: Osarade
Editor: Yogi Wibawa






