benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Rencana pembangunan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Kalimantan Utara (Kaltara) nampaknya tidak dapat terealisasi di tahun 2024.
Hal tersebut dikatakan kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, Usman. Setelah intens melakukan komunikasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk rencana pembangunan RSJ di Kaltara yang dianggarkan sebesar Rp 200 miliar malah berubah prioritasnya, sehingga pembangunan RSJ belum bisa dibangun.
“Yah prioritas anggarannya berubah, jadi RSJ kita belum bisa di bangun tahun depan, meskipun lahan sudah tersedia dan tidak ada masalah di daerah pelabuhan Pesawan, dengan luas 10 hektare,” ucapnya, Rabu (11/10/2023).
“Tapi hal ini akan terus kami komunikasi dengan kemenkes seperti apa ke depannya untuk pembangunan RSJ, karena keberadaan RSJ di Kaltara menurut saya sangat diperlukan,” ucapnya.
Dikatakan Usman, RSJ merupakan fasilitas kesehatan yang wajib ada di setiap provinsi. Hal itu sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014. Apalagi menurut dia Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kaltara cukup banyak sekitar kurang lebih 800 ratus jiwa.
“Pasien dititip di bangsal rumah sakit (RS) tipe B milik Pemprov Kaltara. Tetapi kapasitasnya sekarang ini terbatas,” terangnya.
Usman sangat berharap usulan pembangunan RSJ dapat diakomodasi oleh Kemenkes lantaran menurut Usman fasilitas yang ada saat ini dinilai belum memadai. Apalagi pasien ODGJ butuh perlakuan yang berbeda, pasien lainnya dalam tahap perawatan.(*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Ramli







